Relawan Jokowi menolak KSP di bawah Seskab dan Setneg

Kepala Staf Presiden dinilai sangat diperlukan presiden untuk berhubungan langsung dengan rakyat.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Relawan Jokowi menolak KSP di bawah Seskab dan Setneg
Pelantikan Luhut Pandjaitan. ©2014 Merdeka.com/putri artika

Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut Pandjaitan menjadi Menko Polhukam menggantikan Tedjo Edy Purdijatno. Namun, di satu sisi Luhut juga masih menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan."Rangkap jabatan harus diakhiri karena melanggar UU. Kami memandang keberadaan KSP (Kepala Staf Presiden) sangat diperlukan presiden untuk berhubungan langsung dengan rakyat. Kami menolak kalau digabung ke Seskab atau Setneg," kata salah satu relawan dan pendukung Jokowi, Sekjen Almisbat Hendrik Dickson Sirait, Jakarta, Jumat (14/8).Dia menegaskan, Jokowi jangan sampai dijauhkan dengan rakyat dan para pendukung garis kerasnya. Oleh sebab itu, posisi KSP harus langsung di bawah presiden."Jangan jauh kan Jokowi dengan rakyat dan para pendukung garis kerasnya. Jokowi harus selalu dekat dengan rakyat," jelasnya.Selain itu, KSP juga harus diisi oleh orang yang betul-betul paham dengan visi misi Presiden Jokowi. Seorang figur yang siap bekerja keras dan loyalitas terhadap Jokowi tak diragukan lagi."Kami juga mendukung agar KSP nantinya di pimpin oleh figur yang terbukti punya track record jelas dan sepenuh hati pasang badan untuk Jokowi. KSP harus di pimpin oleh loyalis, militan dan petarung. Pemerintahan ke depan akan menghadapi tantangan yang berat. Perlu sosok yang cerdas dan mau bekerja keras, " pungkas Hendrik.Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo bakal menyiapkan pengganti Luhut Pandjaitan sebagai Kepala Staf Presiden. Menurut Jokowi, calon-calon nama untuk itu telah dia siapkan."Ya mesti ada, baru disiapkan. Sudah ada calon-calon," kata Jokowi di Istana, Kamis (13/8) kemarin.

Rekomendasi