Jumali (32) tak pernah menyangka istri tercintanya, Yuliana (29) bakal melakukan persalinan di Gedung Biddokes Polda Metro Jaya. Jumali pun mengaku menerima masukan Kepala Biddokkes Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Nandang Jumantara, atas usulnya yang memberikan nama buah hatinya dengan Syahrini Murni Bhayangkari Wati."Saya yakin semua nama yang diberikan itu pasti mempunyai makna dan artinya. Saya enggak sempat kasih nama," kata Jumali, di Kamar 12 Gedung Dokkes Polda Metro Jaya, Rabu (1/7).Jumali mengatakan, sebelum istrinya melahirkan, dirinya sudah mempunyai firasat yang tak enak terhadap istrinya. Ternyata, apa yang ada dibenaknya tersebut menjadi kenyataan."Pukul 06.00 hingga 06.30 WIB, di Kampung Rambutan saya antar. Belum sampai Bogor (pulang) perasaan enggak enak. Benar, baru sampai Pondok Cabe saya dikasih tahu lalu saya langsung muter balik ke sini," ujar Jumali.Menurut Jumali, dirinya bersama istri sebetulnya tidak menyangka anaknya akan lahir pada hari ini. Dari hasil pemeriksaan terakhir, dokter memperkirakan kelahiran anaknya itu satu minggu sebelum lebaran."Sebulan lalu diperkirakan itu seminggu mau lebaran atau dua minggu mau lebaran paling lama," kata dia.Jumali mengaku merasa bersalah tak mendanpingi istrinya pulang kampung pada hari ini. Sebab, dia mengungkapkan, jika ikut pulang kampung kemungkinan kelahiran anaknya tak di dalam bus dan mendapat persalinan Gedung Biddokes Polda Metro Jaya."Sebenernya saya minta ibu mertua saya untuk temenin istri saya. Ibu mertua saya mau, tapi dengan alasan pulang ke Lampung. Ya saya pikir nggak apa-apa, ada yang jaganya," pungkas dia.Seperti diketahui, seorang ibu muda bernama Yuliana (29) sempat melahirkan di dalam Murni Jaya A 76661 KC jurusan Kampung Rambutan-Merak. Yuli yang ditemani ibunya, Maemunah, anak pertamanya, Adan dan keponakannya menumpangi bus tersebut hendak menuju kampung halaman di Negarabatin, Jabung, Lampung Timur.Namun, ketika bus baru melaju di tol dalam kota atau tepatnya di depan Markas Polda Metro Jaya, Yuli mengaku merasakan kontraksi dari kandungannya. Air ketuban Yuli pecah dan kepala bayinya nongol.Tak ayal, insiden ini membuat kenek dan sopir bus panik. Keduanya pun melaporkan ke petugas jalan raya (PJR), Brigadir Agus Susilo dan Briptu Hermanto yang sedang berjaga dekat pintu Tol Semanggi.Kedua anggota PJR itu pun menggiring bus masuk ke Mapolda Metro Jaya. Yuli hendak dibawa ke Gedung Biddokes Polda Metro Jaya. Sayang, belum sampai lokasi tujuan bayi Yuli keburu lahir.Bayi Yuli lahir sekitar pukul 09.00 WIB, dengan panjang sekitar 35 cm dan berat 3 Kg. Bayi tersebut lahir secara normal dan sehat.
Lahir di bus, bayi Yuli dinamakan Syahrini Murni Bhayangkari Wati
Nama bayi itu diusulkan oleh Kabiddokkes Polda Metro Kombes Musyafak dan Wakapolda Metro Brigjen Nandang Jumantara.
Rekomendasi