Bulan Ramadan menjadi berkah buat Darnopoli. Setiap bulan suci umat Islam itu tiba, pria berusia 38 tahun selalu ketiban rejeki. Timun suri yang dia tanam siap panen.
Darnopoli merupakan petani timun suri di daerah Kampung Gabus, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Setiap sebulan menjelang Ramadan, bapak dua anak ini langsung mencari lahan untuk ditanami timun suri.
"Tanahnya milik orang, tapi yang sedang tidak ditanami karena menunggu musim," kata Darno, Kamis (25/6).
Ia mengaku menggarap tanah seluas 2500 meter persegi atau seper empat hektar. Butuh modal sekitar Rp 200 ribu untuk membeli benih dan pupuk. "Ngerawatnya gampang, cukup disiram air tiga kali sehari," katanya.
Beruntung, lahan yang ditanami timun suri yang digarap, tak jauh dari saluran irigasi. Sehingga, dia dan petani lain di sekitar tak kesulitan mencari air. "Waktu masuk bulan puasa sudah mulai siap dipanen," katanya.
Darno mengaku sudah memanen tiga kali. Sebelum puasa mendapatkan 1 ton timun suri, dijual ke tengkulak senilai Rp 4 ribu per kilogram. Panen ke dua makin banyak, ia mendapatkan sekitar 1,2 ton, harga jual ke tengkulak naik menjadi Rp 4.500.
"Panen ke tiga menurun, hanya dapat 800 kilo. Tapi harganya naik menjadi Rp 5.000 per kilo, karena makin langka," katanya.
Darno mengaku bersyukur. Uang hasil panen timun suri cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama Ramadan bahkan untuk lebaran. "Biasanya menjadi tukang ojek, untuk sementara ngurus timun dulu," katanya.
Advertisement