TNI AL kerahkan tiga kapal perang cari tanker Malaysia yang hilang

Pengerahan dilakukan berdasarkan permintaan langsung dari militer Malaysia.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
TNI AL kerahkan tiga kapal perang cari tanker Malaysia yang hilang
Ilustrasi kapal perang. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengaku telah memerintahkan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi untuk melakukan pencarian kapal tanker Malaysia yang hilang kontak di perairan Johor. Pencarian ini dilakukan berdasarkan permintaan Malaysia kepada TNI."Pangab Malaysia semalam telepon ke saya untuk meminta bantuan agar bisa membantu melakukan pencarian kapal tanker MT Orkim Harmony," kata Moeldoko di Mabes TNI, Jakarta, Selasa (16/6).Di kesempatan lain, Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) Laksamana Madya TNI Widodo, menyatakan telah memerintahkan Komando Armada RI Kawasan Barat (Armabar) dan Timur (Armatim) untuk menggeser posisi kapal perang guna melakukan pelacakan ke wilayah Utara. Menurut dia, tidak ada kendala dalam operasi pencarian ini karena beberapa kapal sudah berada di sekitar lokasi dalam rangka operasi rutin."Kita sharing informasi saja. Tak ada informasi dari Malaysia soal keberadaan kapal itu," ujar Widodo.Koarmabar mengerahkan tiga kapal perangnya yakni KRI Imam Bonjol-383, KRI Teuku Umar-385 dan KRI Alamang-644 beroperasi di sekitar perairan Laut Natuna guna membantu pencarian kapal tanker berbendera Malaysia, MT Orkim Harmony. Seperti diketahui, Kapal minyak bermuatan 6.000 ton bahan bakar RON 95 milik Malaysia hilang di perairan Johor. Kapal tersebut berpenumpang 22 orang, 16 berasal dari Malaysia, lima dari Indonesia, dan seorang warga Myanmar.Hal tersebut dilansir dari Strait Times, Senin (16/6) menurut pernyataan pers yang disampaikan Agensi Maritim Malaysia (MMEA), kapal tersebut diketahui hilang dalam perjalanan dari Malaka ke Kuantan."Lokasi terakhir kapal tanker tersebut diketahui berada sekitar 30 mil dari timur Tanjung Sedili dan hilang kontak sekitar pukul 9 malam," ujar Direktur Operasi MMEA Ibrahim Mohammed.

Rekomendasi