Hilal tak tampak di Solo, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis

Mereka yakin bulan muda baru bisa terlihat besok petang.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Hilal tak tampak di Solo, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis
Melihat hilal Bulan Ramadan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Tim Observatorium dari Club Astronomi Santri Assalam (CASA) Pondok Pesantren Assalam Solo melakukan pengamatan hilal (bulan muda) pada Selasa (16/6) petang. Dari hasil pengamatan rukyat (melihat langsung) dilakukan para santri, hilal tak terlihat di wilayah Sukoharjo, Solo dan sekitarnya.Pengasuh CASA, AR Sugeng Riyadi mengatakan, karena hilal tak terlihat maka Sya'ban harus digenapkan 30 hari. Sehingga dia memperkirakan 1 Ramadan jatuh pada Kamis mendatang."Sebenarnya cuaca cukup cerah untuk pengamatan. Namun memang hilal tidak terlihat. Karena posisi bulan masih minus tiga derajat. Padahal hilal baru bisa dilihat jika ketinggiannya minimal tujuh derajat di atas ufuk saat matahari terbenam. Kemungkinan baru besok petang bisa terlihat," kata Sugeng.Sugeng menambahkan, hasil pengamatan itu selanjutnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama sebagai bahan sidang itsbat. Dia yakin hilal juga tidak bisa terlihat dari seluruh wilayah di Indonesia.Pantauan merdeka.com, pengamatan dilakukan dengan sejumlah peralatan teleskop milik Ponpes Assalam. Salah satunya dengan teleskop robotik terletak di kubah observatorium ponpes.

Rekomendasi