Australia suap imigran gelap agar masuk RI, ini tanggapan Kasal

TNI AL mengaku kesulitan memantau kapal penyusup karena kekurangan kapal patroli.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Australia suap imigran gelap agar masuk RI, ini tanggapan Kasal
Kapal imigran gelap. tunisia-live.net

Pemerintah Australia dikabarkan sengaja membayar para pencari suaka atau imigran gelap agar memutar balik kapal yang mereka gunakan untuk menuju ke perairan Indonesia. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi mengakui bahwa perbatasan Indonesia rawan kapal penyusup."Sebenarnya kerawanan sudah ada di kita itu misalnya di Ambalat, Natuna di perairan perbatasan dan perbatasan itu kan termasuk Kupang Timur, Selatan Jawa. Itu sudah ada dalam konsep operasi Mabes TNI. Itukan perairan-perairan yang memiliki kerawanan tinggi dimana AL hadir," kata Ade Supandi di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (16/6).Namun sayang, penjagaan di wilayah perairan memang tak maksimal karena peralatan yang dimiliki TNI AL belum memadai. Dia juga membantah jika kapal pencari suaka imigran gelap tidak terdeteksi oleh TNI AL. "Deteksi kapalkan 20 mil radar gitukan, dipatroli gitukan. Sehingga approach mereka kadang-kadang kan, kalau kita patroli misalnya dua kapal di perbatasan itukan butuh penambahan kapal," katanya.Dia juga menambahkan, seharusnya intelijen perbatasan ada di perairan perbatasan Indonesia dengan Australia. "Nah itu memang di situ kita sebenarnya harus ada, satu keterpaduan dengan intelijen apakah dari Australia, di kita sendiri turut membantu," ucapnya.Kendati demikian, kata dia, pihaknya belum terlibat dalam persoalan itu. Sebab, hal itu merupakan ranah politik."Ya nanti Panglima TNI yang akan memerintahkan, kita memberikan masukan ke Panglima bahwa ada keadaan yang perlu kita tindaklanjuti, nanti penggunaan operasi dari Panglima TNI," kata dia.Namun saat disinggung apa akan ada penambahan kapal di perbatasan perairan, menurut dia, pihaknya menunggu perintah dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk menambah kapal guna operasi di perbatasan perairan."Saya sebagai pelaksana operasi siapin kapalnya untuk digunakan oleh panglima TNI. Sehingga hasil assesment Panglima TNI yang beri keputusan," pungkasnya.

Rekomendasi