Cerita asal-usul keahlian rias dokter kecantikan palsu

Pelaku pernah menjadi perias kecantikan di Bali dan 2 tahun penata rambut di Jepang.

Ferrika Lukmana Sari
Oleh Ferrika Lukmana Sari - Reporter
Cerita asal-usul keahlian rias dokter kecantikan palsu
dokter kecantikan palsu. ©2015 merdeka.com/ronald chaniago

Sekitar pukul 12.00 WIB datang perempuan paruh baya bernama Baby ke Polres Jakarta Selatan. Dia ingin menjenguk Dokter Kecantikan Palsu, Jenny Sawolino yang ditahan akibat praktik ilegalnya."Mau jenguk Jenny, pelaku dokter gadungan di Polres Jakarta Selatan. Saya liat di TV, kasihan ya," kata Baby di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (22/5).Dia mengaku kenal dengan Jenny ketika bertemu di gereja. Dia menjenguk untuk menawarkan bantuan ke Jenny soal pengacara, tempat berteduh anaknya atau sekadar makanan."Anaknya ada 2, yang satu dengan orangtuanya dan satu lagi dibawa ke mana- mana oleh ibunya. Saya bisa tampung yang satu enggak apa-apa kok," terang perempuan yang tinggal di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Dia mengaku pernah ditawari Jenny untuk menyulam alis dan suntik bibir, tetapi tak diterimanya karena khawatir terjadi apa-apa.Dia tahu keahlian Jenny soal kecantikan didapat dari pengalamannya saat menjadi asisten dokter di beberapa tempat praktik. Dia juga pernah di keluarkan dari pekerjaannya karena menyuntik pasien tanpa sepengetahuan dokter.Menurutnya, Jenny sebelumnya juga pernah menjadi perias kecantikan model di Bali. Selain itu, Jenny 2 tahun di Jepang sebagai perias rambut."Mungkin dari situ dia berani buka tempat praktik kecantikan. Terbiasa buat menyuntik dan membeli obat," terang dia.Baby mengenal sosok Jenny sebagai orang yang dermawan dan murah hati. Hal ini dia rasakan ketika saat menerima uluran tangan Jenny ketika mengalami kesulitan.

Rekomendasi