Kakek juru parkir di Semarang ditemukan tewas di dalam Pos Kamling

Saat ditemukan, kondisi pria yang diperkirakan berumur 50 tahun tersebut dalam keadaan telengkup.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Kakek juru parkir di Semarang ditemukan tewas di dalam Pos Kamling
Kakek tewas di pos kamling di Semarang. ©2015 Merdeka.com

Warga Jalan Seteran Tengah, Kelurahan Batan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Jawa Tengah, dihebohkan sesosok pria paruh baya terbujur kaku di Pos Kamling, Senin (18/5) pagi. Saat ditemukan, kondisi pria yang diperkirakan berumur 50 tahun tersebut dalam keadaan telengkup menggunakan celana panjang warna hitam dan kaos warna putih.Seorang warga bernama Hambali (40) mengatakan, pria tersebut biasa dipanggil pak Dadang. Menurut Hambali, Dadang diketahui setiap harinya bekerja sebagai juru parkir di jalan Thamrin, Semarang."Setahu saya namanya Pak Padang, dia tukang parkir. Tadi sekitar pukul 08.30 WIB saya bermaksud bangunin dia. Tapi saat saya sentuh dan saya bangunkan tidak sadar-sadar," kata Hambali di lokasi kejadian.Mendapati korban tak kunjung bangun, Hambali langsung bergegas meminta bantuan seorang dokter yang ada di sekitar lokasi. Menurut keterangan dokter, kata Hambali, pria tersebut telah meninggal sekitar lima jam lalu."Kata dokter sudah meninggal, perkiraannya sudah lima jam yang lalu," ujar dia.Mengetahui korban sudah meninggal, Hambali memberitahu teman-temannya disusul melaporkan kejadian tersebut ke Petugas Polsek Semarang Tengah, untuk dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama setelah itu, petugas Reskrim Polsek Semarang Tengah dan Inafis Polrestabes Semarang datang dan langsung melakukan olah TKP. Kuat dugaan korban meninggal karena sakit. Sebab, saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban."Kuat dugaan karena sakit, karena tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tetapi kami masih menunggu tim Inafis," kata salah seorang petugas Polsek Semarang Tengah.Jenazah korban kemudian dilarikan ke RSUD Kariadi Semarang di Jalan Dr Soetomo, Semarang, sembari menunggu kemungkinan jika ada pihak keluarga yang mencarinya. Karena saat ditemukan korban sama sekali tak satu pun membawa identitas atau tanda pengenal diri.

Rekomendasi