Jajan di sekolah, 20 siswa SD di Indragiri Hulu keracunan

Mereka kini dirawat di dua puskesmas berbeda. Dokter juga masih bingung apa penyebab keracunan itu.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Jajan di sekolah, 20 siswa SD di Indragiri Hulu keracunan
Korban keracunan di RS Panti Nugroho. ©2015 Merdeka.com

Sedikitnya 20 orang siswa SDN 004 Sei Beberas Hilir (SP 1), Kecamatan Lubukbatu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, terpaksa tidak masuk sekolah pada Rabu (29/4) pagi. Sebab, mereka harus mendapat perawatan medis karena diduga keracunan makanan.Peristiwa ini berawal pada Selasa (28/4). Saat itu beberapa siswa SDN 004 Sei Beberas Hilir membeli makanan nasi goreng di kantin MDA Miftahul Ulum bersebelahan dengan sekolah mereka. Diduga para siswa ini keracunan usai menyantap makanan itu."Pukul 15.00 WIB sore, hari Selasa kemarin, anak saya bernama Habil membeli nasi goreng di kantin MDA. Malamnya sekira pukul 22.00 WIB, dia merasa pusing, mual, lalu muntah-muntah. Tubuhnya pun terasa dingin. Melihat itu langsung saya bawa ke Puskesmas Kulim Jaya, kemudian pagi tadi anak saya dirujuk ke Puskesmas Sungai Lala," kata Zulfajri, salah seorang wali murid SDN 004 Sei Beberas Hilir, Rabu (29/4).Hal sama juga diungkapkan wali murid lainnya, Tri Purnami. Kepada merdeka.com dia mengatakan, anaknya bernama Sahiful Husna merupakan siswa kelas V, mendadak muntah-muntah dan diare sekitar pukul 00.00 WIB. Kemudian, pada Rabu pukul 12.00 WIB, anaknya dibawa ke Puskesmas Sungai Lala, supaya mendapat perawatan.Sebanyak 11 orang siswa SDN 004 Sei Beberas Hilir kini dirawat di Puskesmas Kulim Jaya. Sementara sembilan siswa lainnya dirawat di Puskesmas Sungai Lala.Kepala Puskesmas Sungai Lala, dr. Syarifah Tursyina saat dikonfirmasi menyebutkan, hingga saat ini belum mengetahui penyebab penyakit memicu kondisi kesehatan para siswa sekolah itu menurun. Menurut dia, hingga Rabu pukul 14.00 WIB, pihaknya telah merawat sembilan siswa dengan gejala sama."Kami belum mengetahui penyebabnya, saat ini kami fokus untuk mengobati dan merawat anak-anak ini," kata dr. Syarifah.

Rekomendasi