Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel KH Sodikun mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah bertemu dengan pimpinan atau imam Amanat Keagungan Illahi (AKI) di markasnya di Palembang. Imam AKI tersebut sudah mengakui mengembangkan ajaran sesat tersebut kepada warga. Sayangnya, Sodikun enggan menyebutkan siapa nama imam AKI tersebut."Benar, kita sudah bertemu dengan imam AKI di Sumsel," ungkap Sodikun kepada wartawan, Jumat (20/3).Namun dari pengakuannya, imam tersebut sudah menjadi pengikut AKI dan menyebarkan ajarannya beberapa tahun lalu. Bahkan, dia sudah menerima gelar yang tinggi di aliran tersebut."Bisa dikatakan imam besarnya untuk wilayah Sumsel, pusatnya ada di Palembang," kata dia.Untuk mendapatkan gelar imam tersebut, harus menjalani beragam ritual, salah satunya menyembelih belasan kambing. Namun, dia tidak menyebutkan proses penyembelihan dan makna dari penyembelihan kambing itu."Katanya harus sembelih kambing dulu, ada belasan, baru bisa dapat gelar tinggi dan diangkat jadi imam AKI," ujarnya.Dalam waktu dekat, MUI akan memanggil yang bersangkutan untuk mengklarifikasi lebih lanjut, dan meminta menghentikan menyebarkan aliran yang membolehkan pengikutnya tidak menjalankan sholat dan puasa itu."Undangannya sudah kita kirim, informasinya imam besar AKI itu sedang berada di Jawa," pungkasnya.
Syarat jadi imam, pengikut aliran sesat harus korban belasan kambing
MUI mengeluarkan fatwa sesat kepada aliran AKI ini.
Rekomendasi