Kampus ISI Yogya dijual, rektorat benarkan karyawan belum gajian

Sudah sejak bulan Januari 2015, para karyawan honorer belum menerima gaji karena alasan administrasi.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Kampus ISI Yogya dijual, rektorat benarkan karyawan belum gajian
Kampus ISI Yogyakarta dijual. ©olx.co.id

Munculnya iklan penjualan Kampus ISI Yogyakarta di OLX diduga dilakukan oleh orang dalam kampus sendiri. Sebab, dalam postingan tersebut dijelaskan alasan penjualan kampus karena belum dibayarnya gaji karyawan honorer di kampus tersebut."Butuh dana secepatnya untuk membayar gaji karyawan honorer/kontrak, karena kehabisan anggaran sehingga tidak bisa membayar gaji semua karyawan honorer/ kontrak walaupun gaji di bawah UMR," tulis pemosting iklan di OLX yang tidak diketahui identitasnya.Menanggapi hal tersebut, Pembantu Rektor II ISI Yogyakarta, Siswadi membenarkan isi postingan tersebut. Menurutnya, sudah sejak bulan Januari 2015, para karyawan honorer belum menerima gaji karena alasan administrasi."Ini tahun anggaran baru, ada pergantian bendahara juga di sini, pergantian bendahara itu membutuhkan SK dari menteri. Jadi belum dibayar bukan karena kita tidak ada uang, tapi karena ada proses pergantian itu," katanya pada merdeka.com, Senin (2/3).Dia menambahkan, semua karyawan baik honorer atau pun kontrak sudah mengetahui kondisi tersebut."Kalau ada yang posting seperti itu saya tidak tahu apa sebabnya, karena karyawan semua sudah kami beritahu kalau proses pencairan gaji masih berjalan, bukan karena kita nggak punya uang," tegasnya.Sebelumnya muncul iklan penjualan kampus ISI Yogyakarta di situs jual beli online OLX. Dalam iklan tersebut kampus ISI Yogyakarta dijual dengan harga Rp 1 miliar.

Rekomendasi