Penembak jitu disiagakan ke lokasi anak sandera bapak, bidik pelaku

Polisi memastikan penembakan hanya dilakukan untuk situasi genting, dan sifatnya melumpuhkan tidak membunuh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penembak jitu disiagakan ke lokasi anak sandera bapak, bidik pelaku
Foto bocah Palestina dibidikan penembak jitu tentara Israel. alarabiya.net

Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mendatangkan penembak jitu ke lokasi penyanderaan di Desa Jambringin, yang dilakukan oleh seorang pria bernama Misnawi terhadap ayahnya Sinato.

Langkah Polres Pamekasan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi, karena hingga petang ini, Misnawi belum bersedia melepaskan ayahnya, meski upaya negosiasi telah dilakukan semua pihak.

"Ini langkah terakhir yang kami lakukan, tapi kami berharap, pelaku tetap bersedia melepaskan ayahnya," kata Kapolres AKBP Sugeng Muntaha di lokasi penyanderaan, Kamis (12/2). Demikian tulis Antara.

Misnawi menyandera ayahnya di sebuah surau di Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti penyebab penyanderaan itu.

Dalam upaya negosiasi yang dilakukan pihak keluarga dengan pelaku, yang bersangkutan sempat meminta uang tebusan senilai Rp 20 juta, lalu meminta agar dibelikan tiket pesawat agar bisa kembali ke tempat kerjanya di Kalimantan.

Menurut Kapolres, pihaknya sengaja mendatangkan tim penembak, jika Misnawi tetap tidak mau melepaskan ayahnya yang disandera menggunakan pisau itu.

Penyanderaan oleh Misnawi terhadap ayahnya itu telah berlangsung selama 12 jam sejak pukul 05.00 WIB. Polisi bersama keluarga dan kerabat dekat korban terus berupaya melakukan negosiasi agar Sinato segera dilepas.

Pihak keluarga juga mendatangkan beberapa orang tokoh agama berpengaruh di Kecamatan Proppo, namun Misnawi tetap bersikukuh tidak mau melepaskan ayahnya.

Misnawi bahkan sesekali menekan pisau ke leher ayahnya itu, jika ada warga tak dikenal berupaya mendekat ke surau, tempat dia menyandera arahnya sendiri itu.

"Kalau misalnya sudah tidak ada jalan lainnya, ya tepaksa kami gerakkan tim penembak yang sudah ada di sini. Tapi tentunya, penembakan yang kita lakukan bukan untuk membunuh, melainkan untuk melumpuhkan," kata Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha.

Rekomendasi