Rekonstruksi pembunuhan bak teroris, dikawal polisi bersenpi lengkap

Sebanyak 14 adegan rekonstruksi di peragakan kedua pelaku.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Rekonstruksi pembunuhan bak teroris, dikawal polisi bersenpi lengkap
Rekonstruksi pembunuhan sadis di Semarang. ©2015 Merdeka.com

Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, menggelar rekonstruksi pembunuhan nenek tua Ratnawati (86) alias Tan Tjoe Nio yang ditemukan tewas di bawah meja makan rumahnya, Jalan Kentangan Tengah RT 03 RW 05, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Jawa Tengah.

Saat rekonstruksi digelar, dua tersangka Suheri (58) alias Gong Tol dan Teguh alias Kim Hay alias Pendek (56) tetangga korban, dikawal oleh satu pleton Sabhara Polrestabes Semarang bersenjata lengkap. Sehingga, suasana menegangkan tersebut layaknya rekonstruksi dan penangkapan tersangka teroris, Senin (9/2).

Meski rekonstruksi berjalan sekitar pukul 12.00 WIB, tetapi ratusan warga di sekitar Jalan MT Haryono, Kota Semarang, sudah berkumpul sejak pukul 09.00 WIB. Suasana semakin ramai saat dua tersangka diturunkan dari mobil truk Dalmas Polrestabes Semarang.

Begitu turun, massa mengerubungi tersangka akibatnya beberapa petugas Dalmas bersenjata dan petugas Reskrim Polrestabes Semarang sibuk menghalau warga.

Kedua tersangka dibawa petugas untuk ke rumah Suheri yang merupakan adegan pertama saat bertemu dengan Teguh, merencanakan perampokan dan pembunuhan terhadap tetangganya sendiri Ratnawati, yang jaraknya hanya 200 meter dari rumah korban. Di rumah Suheri, dua adegan diperankan kemudian bergeser ke rumah korban Ratnawati.

Saat di rumah korban, nampak keduanya menuju ke bagian belakang rumah Ratnawati. Keduanya naik ke atas genteng rumah bagian belakang, lalu masuk dengan menggunakan dua batang kayu.

"Saat di dalam, Suheri yang mengeksekusi dan menghabisi korban. Suheri membunuh Ratnawati dengan cara menusuk dengan garpu makan dan menyerat leher serta membekap mulut korban dengan sweater-nya. Sedangkan saya menunggu di depan masjid depan rumah korban. Saya sempat tertidur saat menunggu untuk mengawasi situasi di luar rumah," ungkap tersangka Teguh saat memperagakan adegan ke 14.

Dalam aksi perampokan itu, Suheri mengaku mendapatkan uang sebesar Rp 39 juta dan uangnya dia berikan ke tersangka Teguh. Namun, menurut pengakuan tersangka Teguh, dirinya hanya menerima uang sebesar Rp 500 ribu dari Suheri, kemudian Teguh tidak mengetahui di mana uang sisanya dibawa lari oleh Suheri.

"Saya yang pasti hanya terima dari Heri 500 ribu. Mau saya tanya, tapi dia sama saya berada disel yang terpisah," papar Teguh usai melakukan rekonstruksi.

Milka (51) salah satu keponakan korban Ratnawati mengaku masih trauma dengan tragedi pembunuhan yang menimpa bibinya. Pasalnya, pembunuhan yang dilakukan korban teramat sadis.

Harapan keluarga, kedua pelaku terutama Suheri yang menghabisi nyawa bibinya Ratnawati dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya. Meski demikian, Milka tetap menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dalam hal ini polisi dan kejaksaan.

"Kami serahkan ke Pak Polisi dan Pak Jaksa saja. Supaya diproses dan dihukum seadil-adilnya," pungkasnya.

Rekomendasi