A (25), salah seorang terapis plus-plus di salah satu hotel bintang empat di Kota Semarang, mengaku terpaksa memberi layanan plus-plus kepada tamu hotel tempatnya bekerja yang meminta semata-mata demi Rupiah. Sebab, dia harus memenuhi kebutuhan anak dan keluarganya.A mengaku ditinggal meninggal suami tercintanya saat berumur 23 tahun. Saat itu dirinya belum lama melahirkan anak pertama buah perkawinan mereka."Anak saya waktu itu baru lima bulan," katanya kepada merdeka.com, di hotel tempatnya bekerja, di Semarang, beberapa waktu lalu.Dia lantas menceritakan kisah sedih hidupnya ditinggal sang suami. Menurutnya, suami yang dicintainya itu meninggal akibat kecelakaan mobil saat hendak menuju luar kota.Sang suami saat itu bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perbankan. Saat kecelakaan terjadi, suaminya hendak menengok orangtua di kampung halaman."Aku dapat kabar dia kecelakaan dan sudah meninggal. Syok, nangis, sedih, sampai pingsan waktu itu," katanya.Sepeninggal suaminya, dia hidup kembali bersama orangtua. Namun, dia tak mau membebani orangtua yang dikasihinya itu. Dia lantas mendapat tawaran untuk bekerja sebagai terapis dari seorang teman."Karena waktu itu memang lagi cari kerja ya sudah diambil. Karena kerja di kantoran juga gajinya kecil, gak cukup," katanya.Saat ini, A mengaku sudah memiliki pacar sang pujaan hati. Dia dan pacarnya berencana menikah tahun depan. Namun, sebelum menikah dia berniat untuk lebih dulu berhenti bekerja sebagai terapis."Karena dia juga kan gak tahu ya aku bekerja sebagai terapis, apalagi plus-plus. Dia tahunya aku kerja di bagian office di hotel," katanya.
Kisah sedih terapis plus, suami tewas tabrakan saat anak masih bayi
A mengaku ditinggal meninggal suami tercintanya saat berumur 23 tahun.
Advertisement
Rekomendasi