Komisi V DPR akan memanggil pihak penerbangan AirAsia terkait insiden nahas pada Mingu (28/12) pagi, kemarin. Pemanggilan akan dilakukan jika diketahui terdapat human error atas hilangnya pesawat AirAsia yang membawa penumpang 155 orang itu."Jika ada human error terhadap hilangnya @AirAsia #QZ8501 maka DPR akan panggil @AirAsia untuk klarifikasi," kata Ketua Komisi V Fary Djemi Francis dalam twitternya di akun @DPR RI, Jakarta, Senin (29/12).Menurut Fary, DPR akan meminta penjelasan soal penerbangan terhadap pihak AirAsia. Terlebih maskapai penerbangan milik Tony Fernandes ini cukup diakui di industri penerbangan internasional, termasuk rekam jejaknya yang bisa dibilang cukup baik.Selain itu, tambah dia, Komisi V DPR juga meminta kepada pemerintah untuk lebih transparan dalam memberikan informasi Pesawat AirAsia QZ8501. Dengan harapan, semua pihak dapat mengakses berita atau info terkini."Komisi V minta pihak Angkasa Pura I dan Basarnas untuk mengupdate kabar terbaru setiap satu jam sekali. #QZ850," imbuhnya.Walaupun selama dua hari pencarian pesawat terus dilakukan dan belum mendapatkan titik temu, politikus Partai Gerindra itu menegaskan, untuk tetap semangat. Dia berharap pesawat AirAsia segera ditemukan dengan selamat."Kita berharap hilangnya pesawat @AirAsia #QZ8501 tidak terdapat korban jiwa," tandasnya.Sedangkan Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia meminta, faktor keselamatan dan keamanan dalam penerbangan untuk lebih diperhatikan bagi maskapai penerbangan. Andaikan cuaca tidak mendukung, sebaiknya penerbangan ditunda untuk diberangkatkan."Kalau seandainya cuaca tidak memungkinkan untuk lakukan penerbangan, pilot itu bisa menunda penerbangannya. #QZ8501," kata dia dalam twitternya di akun DPR RI.
Komisi V bakal panggil AirAsia terkait pesawat yang hilang
Pemanggilan bakal dilakukan jika ditemukan faktor human error saat pesawat dinyatakan hilang.
Advertisement
Rekomendasi