Menteri BUMN Rini Soemarno terus diserang dengan berbagai kebijakannya. Terakhir soal wacananya menjual gedung Kementerian BUMN.Politikus PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, coba membela Rini dengan menyebut pernyataan itu hanya sebatas wacana semata. Dia menyebut sikap Rini itu hanya untuk efisiensi."Itu baru wacana. Tujuannya supaya jajaran BUMN lebih memperhatikan aspek efisiensi dan profesionalisme," kata dia saat dikonfirmasi wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/12).Menurut Hendrawan, rencana penjualan kantor BUMN harus melalui proses yang sangat panjang. Karena penjualan aset di atas Rp 100 miliar harus atas persetujuan DPR."Di bawah Rp 10 miliar cukup Menteri Keuangan. Kalau Rp 10 miliar sampai Rp 100 miliar itu cukup presiden," terangnya.Menurut dia, efisiensi dan profesionalisme sangat penting dilakukan di Kementerian BUMN. Tetapi itu tidak jadi alasan untuk menjual aset negara."Kami anggap ini hanya wacana. Mungkin dia itu sambil bergurau," tegas anggota fraksi PDIP itu."PDIP secara resmi tidak setuju kalau tidak ada argumentasi yang kuat. Kalau hanya menjual nenek saya juga bisa menjual," tandasnya.
Politikus PDIP bela Rini Soemarno soal penjualan aset BUMN
Dia menyebut wacana Rini itu semata-mata untuk efisiensi.
Advertisement
Rekomendasi