Geger soal aturan doa sampai Yusuf Mansur ikutan kritik

Mendikbud mendapatkan kritik pedas. Penyebabnya tersiar kabar jika Anies akan membuat aturan mengenai tata cara doa.

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
Geger soal aturan doa sampai Yusuf Mansur ikutan kritik
Yusuf Mansur datangi OJK. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mendapatkan kritik pedas. Penyebabnya tersiar kabar jika Anies akan membuat aturan baru mengenai tata cara doa di sekolah.Isu aturan doa ini kemudian berkembang liar. Bahkan sampai tersiar kabar Menteri Anies akan melarang pembacaan doa di sekolah.Mendengar kabar itu, Ustaz kondang Yusuf Mansur juga ikutan geram. Lewat akun Twitternya, @Yusuf_Mansur, Yusuf Mansur menyentil Anies Baswedan.Berikut ini kritik pedas Yusuf Mansur pada Anies Baswedan:

Ustaz Yusuf Mansur sempat mengkritik keras Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Gara-garanya Yusuf Mansur mendengar kabar bahwa sang menteri akan mengatur pembacaan doa di sekolah-sekolah saat dimulai dan sesudah jam belajar."Sekolah susah payah kawan-kawan mengusahakan ada ngaji, doa-doa, asmaa-ul husnaa di sekolah2 swasta dan negeri. Tapi yaaa ampuuunnn, ada yang mau ngoreksi. Susah payah kawan-kawan mengawal agar anak-anak berkah pelajaran dan hidupnya dengan memberlakukan dhuha dulu di awal. Doa di awal dan di akhir," kata Yusuf Mansur dalam akun Twitter-nya, Selasa (9/12) lalu.Yusuf Mansur kesal karena mendengar kabar pemerintah akan melarang doa di sekolah-sekolah. "Barusan saya denger kalimat jahat banget, yang menganggap bahwa ini adalah upaya pemaksaan praktik agama. Yaaa Allah," kata Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur juga khawatir nanti akan ada larangan azan pakai pengeras suara. Padahal, selama ini toleransi sudah berjalan dengan baik."Besok-besok enggak boleh azan lagi nih di masjid. Sebab nunjukin dominan juga. Toh gereja, dan pusat-pusat agama lain ga pake pengeras suara keluar," kata Yusuf Mansur."Aaaaammmmpuuuuunnnn... asli aammmmpppuuuunnnnn yaaa Allah. Sedih, marah, ngenes....pengen cepet-cepet pilpres baru lagi aja," katanya.

Yusuf sempat ingin langsung menghubungi Menteri Anies terkait adanya pemberitaan yang beredar tentang larangan berdoa di sekolah. Dari siang hingga sore, Yusuf belum berhasil menghubungi Menteri Anies.Setelah salat Isya, Yusuf Mansur akhirnya berhasil menghubungi Anies Baswedan. Dalam percakapan keduanya via telepon, Yusuf Mansur mendapatkan penjelasan soal kabar larangan dia di sekolah.Usai mendapatkan penjelasan, Yusuf Mansur mengakui dirinya salah. Dia menilai, kabar yang diterimanya tidak benar."Alhamdulillah, ternyata enggak benar. Lalu nampaklah kesalahan saya pribadi. Insyaa Allah, saya perbaiki untuk ke depan harinya. Tapi saya terus melakukan peran ikut mengawasi. Hanya sekarang dah bertambah sedikit pengalaman, akan tabayyun dulu. Ga asal ceplos," tulis Yusuf Mansur beberapa jam kemudian setelah mengkritik Anies Baswedan."Sekolah-sekolah masih aman, bila mau menjalankan kegiatan doa dan lain-lain untuk membuka dan menutup kegiatan belajar mengajar silakan malahan tetapa didorong," imbuhnya.

Saat berada di Yogyakarta, Mendikbud Anies Baswedan membantah kabar soal larangan doa di sekolah. Menurutnya, kabar itu fitnah dan tidak benar."Tidak benar mau melarang. Ini lagi fokus Kurikulum 2013, kok malah dikatakan menghapus doa di sekolah. Masa saya melarang doa. Ada-ada aja," ujar Anies.Anies Baswedan mengatakan, kementeriannya sedang mengkaji beberapa hal rutin yang perlu dibiasakan pada peserta didik seperti membaca buku bersama, menyanyikan lagu-lagu cinta tanah air, berdoa, piket kelas, olah raga dan rutinitas lain yang baik. Hal ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan baik untuk anak didik sejak dini.Dalam hal pembacaan doa, Mendikbud ingin agar kegiatan sekolah memulai hari pelajaran dengan membaca doa dan menutup hari belajar juga dengan doa. "Adapun isi doa sedang kami konsultasikan kepada Kementerian Agama. Kami sedang menunggu tindak lanjut dan rekomendasi dari Kementerian Agama," kata Anies.

Rekomendasi