Kapolri: Omong kosong kesejahteraan TNI-Polri jika APBN kurang

Sutarman setuju jika penyelesaian masalah TNI-Polri sebaiknya dengan meningkatkan kesejahteraan anggota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolri: Omong kosong kesejahteraan TNI-Polri jika APBN kurang
Kapolri Sutarman. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Kapolri Jenderal Sutarman meninjau lokasi konflik bersenjata antara TNI-Polri di Mako Brimob Polda Kepri di Tembesi Batam. Konflik berdarah ini menewaskan salah satu anggota TNI Yonif 134/Tuah Sakti, JK Marpaung.Jenderal Sutarman sempat sepakat dengan usulan penyelesaian konflik antara TNI dengan Polri sebaiknya melalui peningkatan kesejahteraan. Namun, menurutnya hal itu mustahil dilakukan ketika negara tak mempunyai pendapatan yang lebih."Kita harus mengamankan seluruh kebijakan dan pembangunan yang ada. Kita omong kosong meningkatkan kesejahteraan kalau APBN kita enggak mencukupi," kata Jenderal Sutarman di Mako Brimob Polda Kepri Tembesi Batam, Jumat (21/11).Tak hanya itu, Sutarman memastikan peristiwa yang memalukan ini tak akan kembali terulang. Kedua belah pihak saat ini sudah sepakat menjaga perdamaian."Para danton, danru kasad sudah jalin hubungan baik karena negara membutuhkan kehadiran kita," ujarnya.Diketahui, akibat konflik itu, seorang anggota Yonif 134/Tuah Sakti, Kota Batam, tewas setelah menyerang markas Brimob Polda Kepri di Tembesi bersama regunya. Anggota yang mati tertembak ini bernama JK Marpaung (33) asal Medan, Sumatera Utara."Atas nama JK Marpaung, umur 33 tahun. Malam tadi dibawa teman-temannya ke rumah sakit," kata Kasubag Humas RS Embung Fatimah, Batam, Adi Maja saat dihubungi merdeka.com, Kamis (20/11).

Rekomendasi