Menikmati kemilau emas dan berlian di Shwedagon Pagoda Myanmar

Di tempat sakral itu konon juga tersimpan 8 helai rambut Buddha.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Menikmati kemilau emas dan berlian di Shwedagon Pagoda Myanmar
Pagoda Shwedagon di Myanmar. ©2014 merdeka.com/didi syafirdi

Sengatan sinar matahari begitu terik membakar tubuh. Ratusan orang berduyun-duyun mendatangi Shwedagon Pagoda. Tempat itu merupakan kuil Buddha paling suci di Yangon, Myanmar.Keindahan Shwedagon Pagoda dengan tinggi 99 meter dari permukaan tanah itu bisa terlihat dari sisi mana pun Kota Yangon. Kuil berusia 2.600 tahun tersebut dilapisi ribuan batang emas dan berlian.Seperti dilaporkan wartawan merdeka.com, Didi Syafirdi dari Myanmar, saat memasuki kuil tidak boleh memakai sepatu. Untuk pengunjung dikenakan biaya 8.000 Kyat, setara dengan Rp 80 ribu, sedangkan warga setempat gratis.Terdapat 8.688 batang emas di bagian bawah kuil, 13.153 batang lagi di stupa bagian atas, 5.448 batu berlian di puncak pagoda, 2.317 batu ruby, dan 1.065 lonceng emas berada di satu tempat. Di tempat sakral itu konon juga tersimpan 8 helai rambut Buddha.Seorang pemandu E menunjukkan beberapa lokasi yang biasa digunakan untuk peribadatan. Dia juga bertanya soal hari, tanggal dan tahun lahir. Menurutnya, ada tempat-tempat khusus yang disesuaikan dengan hari lahir untuk berdoa. Salah satu ritual yang dilakukan adalah memandikan patung Buddha."Setiap hari ramai, pengunjung lebih banyak hari Jumat, karena hari lahir Buddha," kata E yang mengenakan longyi dan kemeja putih lengan panjang.Di sekeliling kuil terlihat beberapa patung-patung hewan. E menjelaskan macan untuk yang lahir Senin, singa untuk Selasa, tikus untuk Kamis, babi untuk Jumat, naga untuk Sabtu, burung garuda untuk Minggu. Sedangkan Rabu dibagi menjadi dua, gajah dengan gading untuk Rabu pagi, gajah tanpa gading untuk Rabu malam."Ini bisa disesuaikan dengan watak dan kepribadian manusia," ungkapnya. Baginya semua hari sama, yang terpenting adalah manusia taat dan menghormati antarsesama.Dia juga mengajak ke gong raksasa seberat 42 ton, lalu memukul sebanyak tiga kali. Jika ingin melakukan peribadatan, anda bisa membeli lilin, dupa hingga bunga, sebelum masuk kuil.
Berkeliling Shwedagon memang cukup menguras tenaga. Tetapi kemilau emas dijamin akan membuat anda terpesona.

Rekomendasi