Menyambut Hari Habitat Dunia 2014, Kementerian Pekerjaan Umum melakukan kegiatan penataan permukiman kumuh. Program bertajuk penataan kampung habitat pertama di Indonesia dilakukan di wilayah RW 09 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan contoh melalui kisah nyata bagi para pengambil keputusan, bahwa program penanganan kampung kumuh dapat mewujudkan kondisi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di daerah kumuh. Selain itu, juga dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar.
Dalam kegiatan tersebut Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kotamadya Jakarta Utara, Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), komunitas kreatif yang bergerak di bidang arsitektur berbasis komunitas, swasta, dan juga melibatkan fasilitator kelurahan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) serta warga setempat.
Kegiatan tersebut bertemakan "Voice from Slums" atau Aspirasi Masyarakat Permukiman Kumuh. Meliputi perbaikan jalan lingkungan menggunakan rabat beton, perbaikan saluran gorong-gorong, perbaikan pintu air pengendali banjir, penataan dan penanaman vegetasi menggunakan elemen bambu serta perbaikan fasade bangunan melalui pengecatan massal.
Direktur Jenderal Cipta Karya, Kemen PU, Iman S. Ernawi mengungkapkan, program tersebut merupakan upaya dalam meminimalisir permukiman kumuh di Indonesia yang ditargetkan berkurang hingga 0 % dengan target meningkatnya akses aman air minum menjadi 100 % dan akses sanitasi layak 100 % pada tahun 2019.
Iman mengatakan, saat ini ada sebanyak 3.201 kawasan kumuh dengan luas 34.374 hektar dan dihuni oleh 34,4 juta jiwa.
"Perwujudan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan memerlukan kemitraan seluruh pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk mencapai cita-cita kota tanpa kawasan kumuh pada 2019 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)," ujar Imam di lokasi, Sabtu (11/10).
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Gedung dan Aset Pemprov DKI Jakarta, Jonathan Pasodung menuturkan, pihaknya menyambut baik program Kampung Habitat tersebut.
"Saya pikir ini kegiatan bersifat internasional dan sangat baik melibatkan partisipasi masyarakat permukiman kumuh setempat. Saya berharap ke depannya kerjasama ini dapat berlanjut ke permukiman kumuh lainnya," harapnya.
Hal yang sama diutarakan Ketua RW 09 Cecep Afandi. Menurut Cecep warganya sangat menyambut baik program tersebut dan sebuah kehormatan wilayahnya dipilih menjadi Kampung Habitat pertama di Indonesia.
"Suatu kehormatan buat kami, tuhan kasih contoh bagi kami bisa sampai wilayah kami yang dipilih. Ini anugerah buat kami," tandasnya. Puskom
Advertisement