Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko membuka Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer ke-38 atau The 38 th CISM World Military Parachuting Championship 2014, di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/9). Kejuaraan tersebut diikuti 406 peserta dari 42 negara dan 11 negara lain sebagai observer.Selain tuan rumah Indonesia, beberapa Negara peserta lainnya antara lain Amerika, Palestina, Irak, Korea Utara, Korea Selatan, Singapura, Denmark, Australia, Tiongkok, Polandia, serta Jerman juga turut serta. Menurut TNI Moeldoko, kejuaraan terjun payung dunia tersebut tidak hanya untuk menggalang prestasi dalam olahraga tetapi juga untuk menjalin persahabatan antar negara."Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer ke-38 ini konteksnya adalah olahraga dan keluar dari politik dan militer. Melalui kejuaraan ini kami berharap dua negara Korea Utara dan Korea Selatan bisa saling berkomunikasi," ujar Moeldoko yang didampingi perwakilan CISM Kolonel Rinnee Kulne, kepada wartawan menanggapi keikutsertaan Korea Utara dan Korea Selatan dalam kejuaraan tersebut.Moeldoko berharap kejuaraan tersebut bisa menjadi permulaan komunikasi yang baik di antara dua negara Korea. Tak hanya Korea Utara dan Selatan, ia berharap melalui kejuaraan dunia terjun payung militer tersebut, perdamaian dunia juga diharap bisa terwujud."Melalui ajang ini, kita bisa berbagi pengalaman dan kemampuan dalam menjaga perdamaian dunia. Terjun payung harus jadi bagian dalam mempererat militer dunia," lanjutnya.Keunikan dari kejuaraan ini adalah digelar dengan sangat alami dan memiliki prospek olahraga dunia. Sementara itu, disinggung mengenai target, Moeldoko yakin Indonesia mampu menjadi juara. Selain pesertanya terbanyak, TNI juga telah mempersiapkan dengan latihan yang baik.Sedangkan nomor kejuaraan yang dilombakan adalah ketepatan mendarat yang dilakukan di Stadion Manahan, gaya (style) di Alun-Alun Selatan serta formation sky diving atau kerja sama di udara di Lanud Adi Soemarmo Solo.Koordinator Humas KOMI, Letkol Inf Ketut Murda menambahkan, dalam pembinaan prestasi tujuan dari kejuaraan ini diarahkan untuk meningkatkan prestasi atlet terjun payung TNI."Selain meraih hasil optimal di ajang internasional, melalui kejuaraan ini bias meningkatkan citra Indonesia dan TNI dan integrasi promosi Indonesia khususnya Kota Solo," jelasnya.
Panglima TNI minta dua Korea rujuk saat kejuaraan terjun payung
Moeldoko berharap kejuaraan tersebut bisa menjadi permulaan komunikasi yang baik di antara dua negara Korea.
Advertisement
Rekomendasi