SMA Negeri 70 Bulungan Jakarta Selatan masih bungkam mengenai kasus penganiayaan terhadap anak pejabat yang membelit 13 siswanya. Akibatnya, 13 siswa tersebut dikeluarkan tanpa penjelasan dari sekolah.Beberapa media sudah mencoba mengonfirmasi kebenaran pemecatan siswa tersebut kepada SMAN 70, namun kepala sekolah masih enggan ditemui. Afrizal, guru PPKN di SMA favorit tersebut sempat buka suara."Jawaban kita sama kayak Pak Ahok, tanya saja ke dia," jelas Afrizal di SMAN 70, Jakarta, Kamis (18/9).Pantauan merdeka.com di lokasi, sampai saat ini keadaan SMAN 70 terlihat sepi. Beberapa orang yang diduga alumni juga terlihat menyambangi sekolah dan belum jelas maksud kedatangannya.Sebelumnya, SMA 70 dikabarkan telah mengeluarkan 13 siswanya karena terlibat kasus penganiayaan kepada salah satu adik kelasnya. Berhembus kabar korban pengeroyokan itu adalah anak dari seorang pejabat. Beberapa orangtua siswa kemarin juga mendatangi sekolah untuk memprotes kebijakan sekolah itu. Mereka merasa tak dikirim surat teguran dan pihak sekolah langsung memecat anaknya.Kemarin, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga sempat ikut angkat bicara soal kasus itu. Ahok setuju 13 siswa itu dikeluarkan jika memang terbukti melakukan penganiayaan dan bully."Harus dikeluarin, kalau terbukti tawuran dan bully, anak harus dikeluarin nih," kata Ahok, sapaannya, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/9).Ahok menegaskan, sekolah negeri bukan untuk gaya-gayaan bagi mereka yang berduit. Karena itulah, lanjut Ahok, pihaknya tak mau memberi ampun pada siswa nakal."Kalau kamu kaya ya pindah aja sekolah ke swasta. Kalau Anda mau bully silakan ajak sekolah swasta. Di luar masih ada 40 persen anak 16-18 tahun yang tidak sekolah, jadi kasih dia aja sekolah gitu lho," tambahnya.
Ikuti sikap Ahok, SMA 70 masih bersikeras keluarkan 13 siswanya
Ahok setuju 13 siswa SMA 70 dikeluarkan jika memang terbukti melakukan bully dan penganiayaan kepada adik kelasnya.
Advertisement
Rekomendasi