Demi bahagiakan orang tua, Hamdan Zeolva muda kuliah 2 tempat

Hamdan mengakui pendidikan pesantren bawa pengaruh besar dalam hidupnya.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Demi bahagiakan orang tua, Hamdan Zeolva muda kuliah 2 tempat
Hamdan Zoelva. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Tak banyak yang tahu soal masa kecil Hamdan Zoelva. Anak dari pasangan Muhammad Hasan dan Siti Zaenab ini menghabiskan masa kanak-kanak di Desa Parado, sekitar 50 kilometer dari Kota Bima. Di desanya, keluarga Hamdan cukup terpandang. Ayahnya pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin di Bima dan juga guru agama. Hamdan pun dibesarkan dengan tradisi keluarga santri."Ayah saya guru sekolah sore, guru diniyah. Guru saya juga untuk SMA, guru Bahasa Inggris, guru Bahasa Jerman, yang asal-usulnya itu guru agama," kisahnya saat berbincang dengan awak KLN Network di Gedung Mahkamah Konstitusi, Selasa (26/8)."Karena itulah kami semua di rumah, anak-anak dan istrinya, memanggilnya guru, bukan ayah," tambahnya.Sejak SD hingga SMA bahkan bangku kuliah dia memilih mengenyam pendidikan di sekolah berlatar belakang agama. "Jadi saya sekolah di madrasah, di SD madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah. Kemudian saya pernah kuliah di IAIN Makassar," katanya.Hamdan punya kisah unik saat memilih meneruskan kuliah ke IAIN Makassar. Menurutnya, kuliah ke IAIN adalah keinginan orangtua, sedangkan dirinya Universitas Hasanuddin."Saya kan sekolah rangkap, ayah saya nggak mau saya sekolah di Unhas. Jadi saya lulus di Unhas dan lulus di IAIN, jadi saya kabarkan saya sudah lulus nih. Dua-duanya. Ya sudah kuliah saja di IAIN, saya bilang, loh kenapa? Jarang-jarang orang lulus di Unhas. Tapi daripada mengecewakan bapak masuk saja dua-duanya. Saya kuliah dua-duanya tiga tahun. Kuliah rangkap. Tapi di IAIN saya tinggalkan, padahal sudah mau sarjana muda. Yang penting orangtua sudah tidak kecewa lagi," bebernya sambil tertawa.Buatnya, mengenyam pendidikan pesantren membawa dampak positif buat perkembangan karirnya saat ini. "Pengaruhnya ya kita pembinaan mental dan ajaran agama. Kalau saya disuruh ceramah politik bisa, ceramah agama bisa, suruh nasihat perkawinan bisa, khotbah jumat bisa, suruh baca doa bisa. Apa saja bisa, karena sekolah agama. Jadi membuat serba bisa, itu luar biasa," pungkasnya.

Rekomendasi