Kasus penculikan bayi di RSHS dilimpahkan ke Kejari

Dengan diserahkannya ke Kejari, maka sang dokter gadungan ini dalam waktu dekat akan segera menjalani persidangan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Kasus penculikan bayi di RSHS dilimpahkan ke Kejari
Desi penculik bayi di RSHS. ©2014 Merdeka.com

Masih ingat kasus penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung beberapa waktu lalu? Ya, tersangka Desi Ariani, kini akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung oleh penyidik Polrestabes Bandung.Kondisi Desi sudah lebih baik. Hanya saja beberapa fungsi tubuhnya belum kembali usai melakukan aksi heroik dengan cara melompat jembatan layang Pasupati dalam kejaran polisi.Apa Kabar Teh Desi? "Alhamdulillah sehat," jawab Desi kepada wartawan, Rabu (16/7). Dengan diserahkannya ke Kejari, maka sang dokter gadungan ini dalam waktu dekat akan segera menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.Mengenakan baju terusan ungu berbalut hitam wanita berkacamata itu setiba di Kejari langsung masuk ke ruangan Staf Penuntutan Pidum Tahap II Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung. Desi mengaku kini sudah bisa berjalan meski belum sempurna."Jalan masih cingkeud, tapi sudah membaik, kalau jongkok belum bisa," terangnya. Selain itu, penculik bayi Valencia ini juga masih merasakan sedikit sakit di tangan kirinya. Bahkan tangannya itu masih belum dapat digerakkan secara normal. "Masih susah digerakkan, apalagi kalau angkat-angkat barang," tuturnya.Seperti diketahui, Desi merupakan penculik bayi pasangan suami istri Toni Manurung (26) dan Lasmaria Boru Manulang (25). Untuk memuluskan aksinya, Desi berpura-pura menjadi dokter dan berpenampilan layaknya seorang dokter pada Maret 2014 lalu.Beberapa hari kemudian, Desi akhirnya ditangkap setelah mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan layang Pasupati. Beruntung nyawanya masih dapat diselamatkan.

Rekomendasi