Deddy Mizwar kini tengah menjadi sorotan. Deddy yang kini menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat disorot lantaran masih sibuk syuting film dan iklan. Demiz, begitu akrab disapa, mendapat kritik dari banyak pihak termasuk ancaman teguran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.Pemeran Bang Jack dalam Para Pencari Tuhan (PPT) 8 itu tetap santai. Dia menegaskan tidak ada yang terganggu tugas dia sebagai wagub dan pelaku seni peran."Enggak ganggu sama sekali koq," kata Demiz di Gedung Sate Bandung, Selasa (8/7) lalu.Dia sadar tugas sebagai wagub adalah amanah masyarakat Jabar. Sehingga dirinya tidak mungkin melepas tanggung jawab begitu saja sebagai pendamping Gubernur Ahmad Heryawan . Diakuinya syuting sinetron dan iklan dilakukan di sela waktu senggang."Saat pejabat mengisi liburan mungkin yang lain ingin main golf, kalau saya waktunya dipakai syuting," terangnya. Dia mengaku bahwa syuting lebih bermanfaat ketimbang main golf atau hanya sekadar ke mal.Hal ini menjadi kontroversi lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) ikut urun rembug. Bagaimana cerita kontroversial tersebut? Berikut merdeka.com merangkumnya:
Advertisement
Deddy Mizwar berkilah main sinetroin di waktu senggang
Deddy Mizwar mengaku jika ada kegiatan sebagai Wagub tidak akan terganggu meski dirinya kerap syuting film. Deddy mengaku syuting hanya dilakukan di watu senggang sehingga tidak mengganggu rutinitasnya sebagai wagub."Apakah salah memanfaatkan waktu? Enggak kan. Saya nelepon misalkan malam ini enggak ada kerjaan, saya lagi nganggur ya saya ke Bekasi untuk syuting," ujar Deddy Mizwar.Selanjutnya dia menyebut bahwa film PPT yang sudah tayang selama lebih delapan tahun tersebut menginspirasi warga Indonesia. Di situlah Demiz ingin memberikan tontonan bermanfaat."Ini adalah kewajiban saya sebagai Wagub memberi tontonan baik kepada seluruh rakyat Indonesia. Dari pada nonton yang engga-enggak. Saya memberi pengetahuan lewat film," tandasnya.
Advertisement
KPK minta Wagub Deddy Mizwar tidak syuting
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengkritisi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang hingga kini masih aktif syuting iklan dan sinetron. Giri mempertanyakan penghasilan Deddy dari syuting iklan tersebut.Menurut Giri, ada beberapa ketentuan pejabat negara boleh menerima penghasilan di luar tugas yang diembannya."Berdasarkan ketentuan SE No. 143 Tahun 2013, tentang penghasilan di luar yang dia peroleh, diperbolehkan kalau: 1. Penghasilan tambahan tak terkait tupoksi," ujar Giri, usai buka puasa bersama di KPK, Jumat (11/7).Kemudian, lanjut Giri, pejabat negara itu harus mendapat izin dari atasannya, Gubernur atau Mendagri terkait aktivitasnya bersyuting. Giri juga mengatakan, harus ditanyakan apakah dapat menyebabkan konflik kepentingan.Namun, di luar ketentuan itu semua, menurut Giri secara moral seharusnya pejabat negara mengisi waktunya untuk melayani masyarakat."Secara moral, penyelenggara negara, mestinya waktunya digunakan untuk melayani masyarakat," sindirnya.
Advertisement
Aher minta Deddy Mizwar laporkan honor syuting ke KPK
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) tak pernah mempermasalahkan aktivitas wakilnya Deddy Mizwar melaksanakan syuting sinetron Ramadan. Terkait desakan KPK untuk melaporkan penghasilan di luar pejabat negara, Aher meminta Deddy segera melaporkannya.Aher yakin Deddy tidak akan dipermasalahkan lembaga antirasuah itu soal duit yang didapat dari hasil syuting sinetron religi Para Pencari Tuhan."Gampang banget enggak usah dikhawatirkan. Tinggal lapor KPK saja," kata Aher di Bandung, Senin (14/7).Aher menilai, Deddy hanya menjadi korban politisasi pada momentum pilpres ini. Aktivitas syuting termasuk duit yang diterima di luar sebagai pejabat negara tidaklah menyalahi aturan.
Advertisement
Deddy Mizwar tantang KPK tanya Dahlan yang pernah syuting iklan
Wagub Jabar Deddy Mizwar menantang KPK untuk bertanya kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang beberapa kali juga pernah mejeng di televisi karena iklan."Tanya Pak Dahlan Iskan. Dia kan pernah min iklan juga," kata pria yang akrab disapa Demiz, di Gedung Sate Bandung, Senin (14/7).Dia heran mengapa Dahlan yang pernah terlibat syuting iklan tidak pernah seramai di media seperti yang dialaminya. Menurut dia, jika KPK tidak berani menanyakan kepada Dahlan Iskan, dia mengusulkan agar menanyakan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).Pria yang akrab disapa Demiz pun siap dipanggil KPK jika Mendagri melarangnya."Kalau KPK enggak berani tanya pak Mendagri ada larangan enggak. Nanti kalau kata pak mendagri melanggar aturan panggil saya. jadi simpel saja kan," tandasnya