Polri tidak hanya melakukan pengamanan Pilpres di dalam negeri. Pilpres di luar negeri pun juga ikut dipantau. Bahkan perwira Polri turun langsung ke lokasi.Menurut Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Riyanto, pengerahan perwira Polri ke lokasi langsung ini selain untuk memantau juga untuk membantu memback-up keamanan setempat."Tugasnya sebagai pemantau dan memback-up saja, disana ada KPPS luar negeri," tutur Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Riyanto, Jakarta, Rabu (2/7).Agus mengatakan, bahwa pemantau pemungutan suara di luar negeri akan di kawal oleh para perwira yang nantinya akan bertugas dalam tim pemantau dari Polri."Yang bertugas disana perwira-perwira dari kepolisian, dan mungkin besok mereka akan berangkat, karena rencananya tanggal 4 Juli pemungutan suaranya," ujarnya.Perihal situasi pemungutan di luar negeri, Agus mengemukakan, situasi pemungutan suara di luar negeri relatif aman karena disana tidak ada kampanye dan gangguan yang berarti.Disamping itu, Polri akan menempatkan personel di tiap wilayah penungutan suara. Personel yang bertugas di luar negeri tersebut berpangkat mulai dari AKBP sampai Brigadir Jenderal.Untuk penempatan personel kepolisian di luar negeri terdiri dari: di Jeddah ada enam personel, di Riyadh ada empat personel, di Singapura ada delapan personel. Sementara itu di Malaysia ada enam tempat yakni, Kuala Lumpur ada enam personel, Johor Baru ada tiga personel, kucing ada dua personel, Kinabalu ada tiga personel, Tawaw ada dua personel, Penang ada 2 personel, Hongkong ada empat personel. "Semua peronel itu berpangkat mulai dari AKBP sampai Brigadir Jenderal (Brigjen)," terangnya.
Perwira Polri pantau langsung Pilpres di luar negeri
Pengerahan perwira Polri ke lokasi langsung ini selain untuk memantau juga untuk membantu memback-up keamanan setempat
Advertisement
Rekomendasi