Seniman Bandung gelar aksi teatrikal 'terima kasih tembakau

Aksi ini untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang menyebabkan banyaknya industri tembakau tutup.

Jatmiko Adhi Ramadhan
Oleh Jatmiko Adhi Ramadhan - Reporter
Seniman Bandung gelar aksi teatrikal 'terima kasih tembakau
ilustrasi tembakau dan rokok. ©2012 Merdeka.com

Sejumlah seniman tergabung dalam Gotong Royong Indonesia (Gori) Bandung menggelar aksi teatrikal bertemakan "Terima Kasih Tembakau" mengkritisi kebijakan pemerintah yang menyebabkan banyaknya industri tembakau tutup di Gedung Sate, Bandung, Jabar, Jumat (30/5).Seorang seniman, Armand Jamparing, mengatakan aksinya itu karena prihatin tingginya pengangguran dan kemiskinan di Indonesia akibat kebijakan dan regulasi pemerintah mendiskreditkan industri tembakau dan rokok."Kriminalisasi terhadap tembakau telah mematikan usaha-usaha rokok berskala kecil dan menengah," kata Armand, seperti dikutip dari Antara, Jumat (30/5).Dia menuturkan Indonesia merupakan negara penghasil tembakau terbesar dunia dengan luas areal tembakau didominasi perkebunan rakyat sebesar 97,43 persen yang mampu memberikan sumbangan besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan pendapatan negara.Selain itu, perusahaan rokok telah mampu mengatasi pengangguran dengan menyerap jumlah tenaga kerja industri rokok mencapai hingga angka 10 juta orang atau 10 persen dari jumlah keseluruhan tenaga kerja di Indonesia.Masalah tembakau dan rokok, tidak bisa direduksi sebagai persoalan kesehatan tapi dapat dikembalikan keberadaannya sebagai persoalan sosial ekonomi yang melibatkan nasib jutaan pekerja dan petani tembakau di seluruh Indonesia."Tembakau yang bermartabat sudah sepantasnya bangsa ini berterimakasih kepadanya (tembakau)," katanya.Namun adanya kebijakan pemerintah yang dinilai mendiskreditkan tembakau, menurut Armand, telah membuat perusahaan multinasional agresif mengambil alih pasar nasional mulai tingkat perusahaan kecil dan menengah hingga perusahaan rokok besar nasional diambil alih perusahaan asing."Seperti Sampoerna yang diambil alih Philip Morris Internasional pada tahun 2005 dan Bentoel yang diambil alih British American Tobacco tahun 2009," kata Armand.Dia berharap pemerintah melindungi dan membela para petani serta pekerja industri tembakau sebagai bagian dari amanat konstitusi, mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang dapat melindungi segenap bangsa Indonesia."Kewajiban negara adalah untuk menyediakan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi setiap warganya," kata Armand.

Rekomendasi