Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Moeldoko ke Markas Komando (Mako) Brigif 2 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (2/5) dimanfaatkan sejumlah prajurit untuk mengutarakan curahan hatinya. Prajurit bercerita mulai dari peralatan tempur yang tidak memadai, perlengkapan memasak sampai dengan tunjangan.Sedikitnya 2.000 prajurit dari berbagai kesatuan Marinir lengkap dengan alutsistanya memadati lapangan utama Mako Marinir yang terletak di Selatan Ibukota tersebut. Moeldoko sendiri bersedia mendengarkan permintaan dan curahan hati para prajuritnya."Siapa yang mau bertanya silakan maju ke depan," kata Moeldoko sela-sela apel siaga, Jumat (2/5).Lantas saja, hal tersebut tidak disia-sia kan para prajurit. Terhitung ada enam prajurit yang maju termasuk Komandan Pasukan Marinir 2 Brigjen Denny langsung berbaris di hadapan panglimanya tersebut.Kepada Panglima, mereka meminta tambahan parasut, perahu karet dan perlengkapan SAR untuk bencana. "Untuk parasut kami akan siapkan 25 unit, perahu karet untuk satu kompi, buldozer untuk keperluan bencana ya. Nanti kita siapkan secepatnya," ujar Moeldoko .Selain itu, prajurit juga menanyakan tunjungan kerja, pembatasan umur untuk pendidikan, dan peresmian Batalyon 10 Batam. Tidak lama berselang, Moeldoko langsung menjawab pertanyaan tersebut."Untuk tunjangan, Panglima TNI sudah mendorong terus, sekarang baru 37 persen. Saya sudah mendorong ke komisi I agar bisa mencapai 57 persen. Sudah setuju, tapi itu tergantung keuangan negara juga. Kita berdoa saja," jelasnya."Untuk Batalyon 10 Batam, sudah siap diresmikan. Waktu itu presiden akan hadir sekaligus Komodo Exercise. Ada perubahan jadwal. Pada dasarnya, sudah siap dioperasikan tinggal menunggu waktu peresmian saja," pungkasnya.
Prajurit Marinir manfaatkan sidak Panglima TNI untuk curhat
"Untuk tunjangan, Panglima TNI sudah mendorong terus, sekarang baru 37 persen," kata Moeldoko.
Advertisement
Rekomendasi