Isu terorisme mulai dikait-kaitkan dengan peristiwa hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 di Laut China Selatan. Isu itu berembus setelah muncul berita bahwa dua penumpang pesawat jenis Boeing 777-200 itu diduga membeli tiket memakai paspor curian, atau paspor ilegal.
New York Times pun meramaikan isu ini dengan mewawancarai pejabat senior intelijen Amerika Serikat. Pejabat itu mengatakan lembaga penegak hukum dan intelijen sedang menyelidiki masalah ini. Namun, kata dia, sejauh ini mereka tidak memiliki petunjuk .
"Pada saat ini, kami belum mengidentifikasi ini sebagai aksi terorisme," kata pejabat itu, yang berbicara tentang kondisi anonimitas karena penyelidikan terus berjalan. Sementara itu, soal isu terorisme ini, Kepala Eksekutif Malaysia Airlines, Ahmad Jauhari Yahya, kepada wartawan di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Sabtu malam mengatakan tidak mengesampingkan masalah apapun. "Sejauh yang kami ketahui sekarang, itu hanya laporan."
Berikut ini misteri soal paspor curian yang digunakan penumpang seperti dirangkum merdeka.com :
Advertisement
Dua orang di manifest tak ada di pesawat
Dua orang yang namanya muncul dalam daftar manifest penumpang pesawat Malaysia Airline MH370 ternyata tidak di pesawat. Namun keduanya mengaku telah melaporkan paspor mereka dicuri.
Dua nama penumpang itu adalah Luigi Maraldi (37), warga Italia dan seorang warga negara Austria yang namanya dirahasiakan.Para pejabat kementerian luar negeri di Roma dan Wina mengatakan, nama dua warga negara Italia dan Austria itu cocok dengan dua nama di daftar manifest penerbangan. Keduanya mengaku paspornya dicuri di Thailand.
Seperti dikutip dari Koran South China Morning Post, Pejabat Kementerian Luar Negeri Italia yang tak mau disebut nama, mengatakan bahwa Luigi Maraldi awalnya diyakini telah naik pesawat di Kuala Lumpur dan sedang melakukan perjalanan di Thailand.
"Dia telah melaporkan paspornya dicuri Agustus lalu," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Italia yang berbicara dengan syarat anonim.Maraldi disebut-sebut telah menelepon ke rumah setelah mendengar laporan bahwa namanya disebut-sebut masuk dalam daftar manifest pesawat.
Demikian pula Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Austria, Martin Weiss. Dia menegaskan bahwa nama yang terdaftar di manifest cocok dengan paspor seorang warga Austria yang dilaporkan dicuri dua tahun lalu di Thailand.
Advertisement
Saya masih di pantai
Luigi Maraldi yang namanya ada di manifest Malaysia Airlines MH370 ternyata masih berlibur di Phuket, Thailand. Dia mengaku sudah bertemu dengan polisi Thailand dan imigrasi setempat serta kedutaan besar Italia menyusul ada orang yang menggunakan identitasnya.
"Saya baik saja. Saya sekarang mau ke pantai. Saya tidak tahu bagaimana semua ini terjadi. Semua orang menghubungi saya termasuk wartawan dari Italia dan saya pikir, saya ingin privasi saya dihargai," katanya kepada The Star.
Maraldi mengaku, paspornya hilang pada 1 Agustus 2013 saat dijadikan jaminan ke rental mobil. Saat dia mengembalikan mobil, paspornya hilang.
Advertisement
Tertangkap CCTV
Dua penumpang yang menggunakan paspor curian saat naik pesawat Malaysia Airlines MH370 berhasil terekam kamera pemantau (CCTV) di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Rekaman itu akan digunakan untuk investigasi apakah keduanya terlibat dalam hilangnya pesawat MH370.
"Kami punya rekaman CCTV saat mereka check in," ujar Azharuddin Abdul Rahman, Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil (DCA) Malaysia, dikutip The Star, Minggu (9/3). Menurut laporan kementerian luar negeri Italia, paspor Maraldi dicuri saat dia liburan ke Thailand, Agustus tahun lalu. Sementara Christian Kozel juga dilaporkan dalam kondisi sehat. Paspornya dicuri saat berkunjung ke Thailand dua tahun lalu.
Advertisement
Empat orang dicurigai
Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan ternyata pesawat Malaysian Airlines MH370 banyak disusupi penumpang gelap. Jumlahnya setidaknya empat orang.Situs the Malaysian Insider melansir, Minggu (9/3), Hishammuddin juga menegaskan pihaknya dan bekerja sama dengan pelbagai kedutaan asing bakal mencari pihak-pihak kehilangan paspor mereka.
"Tak hanya empat, kami memperkirakan lebih banyak lagi penumpang dengan memakai paspor palsu," ujarnya.
Advertisement
Beli tiket di China Southern Airlines
Dua orang yang menggunakan paspor curian dilaporkan membeli tiket bersamaan. Tiket itu dibeli dari China Southern Airlines dengan mata uang bath di sebuah agen di Pattaya, Thailand. Demikian disampaikan petugas verifikasi e-ticket di China, Travelsky.
Nomor tiket itu berurutan, sebagai indikasi dikeluarkan bersamaan. Media lain melaporkan, China Southern menjual tujuh tiket penerbangan code share dengan Malaysia Airlines.