Karut marut dana bantuan sosial di Banten terus terjadi. Sebuah rumah mewah pejabat tercatat sebagai alamat salah satu yayasan penerima hibah bantuan sosial.Rumah mewah tersebut berdiri di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi di Gang Hj Supiah No 7, Ciracas Lama, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Rumah itu diketahui milik Zaenal Muttaqien, kepala dinas pendapatan dan keuangan daerah (DPKD) Provinsi Banten. Pada tahun 2011 lalu alamat rumah tersebut merupakan salah satu yayasan yang menerima dana hibah sebesar Rp 2,5 miliar dengan nama Yayasan Baitul Muttaqien.Berdasarkan pantauan, rumah itu bergaya minimalis lantai dua dengan areal parkir cukup luas di sisi kiri rumah. Rumah ditutupi pagar setinggi dua meter. "Ini bukan yayasan, saya tidak pernah mendengar yayasan Baitul Muttaqien, ini mah rumah. Dari dulu juga memang ini rumah milik Pak Zaenal," ujar pembantu Zaenal yang berusia sekitar 40 tahun itu. Direktur Eksekutif Aliansi PubIik, Uday Suhada menuding, Kepala DPKD Banten, Zaenal Muttaqien juga memiliki peran strategis dalam dugaan penyelewengan dana hibah di pemerintahan Ratu Atut."Selain gubernur, Zaenal Muttaqien juga memiliki peran penting untuk kasus dana hibah ini. Siapa penerima, mana yang fiktif dan pemotongan hibah ini pasti ia mengetahui, "ujar Suhada kepada wartawan.Suhada menegaskan, rumah mewah yang semula diklaim Zaenal Muttaqien sebagai yayasan Baitul Muttaqien untuk ibu-ibu pengajian, itu merupakan indikasi adanya yayasan fiktif. "Dari sini inikasinya adalah yayasan fiktif. Zaenal diduga adalah jaringan korupsi untuk keluarga Ratu Atut Chosiyah," katanya.
Rumah mewah pejabat Banten jadi alamat yayasan penerima hibah
Rumah itu milik Zaenal Muttaqien, Kepala DPKD Banten. Dia menerima dana hibah Rp 2,5 M tahun 2011 lalu.
Baca Juga
Peta Politik Pilkada Banten 2024
Rekomendasi