Machfud Suroso tak pernah minta Nazaruddin mundur dari Hambalang

Machfud pun berdalih tak pernah diminta Rosa mengembalikan uang Rp 10 miliar kepada Grup Permai.

Aryo Putranto Saptohutomo
Machfud Suroso tak pernah minta Nazaruddin mundur dari Hambalang
Mahfud Suroso diperiksa KPK. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Direktur Utama PT Dutasari Citra Laras, Machfud Suroso, berkelit tak pernah meminta bos Grup Permai, Muhammad Nazaruddin, dan anak buahnya, Mindo Rosalina Manulang alias Rosa, mundur dari proyek kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Desa Hambalang. Tetapi, dalam persidangan terdakwa Deddy Kusdinar, dia mengakui pernah bertemu Nazaruddin di rumah Anas pada acara buka puasa pada 2010."Tidak pernah. Dengan Rosa pun saya tidak kenal," kata Machfud saat bersaksi dalam sidang Deddy, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (9/1).Machfud pun berdalih tak pernah diminta Rosa mengembalikan uang Rp 10 miliar kepada Grup Permai. Dalam dakwaan Deddy disebutkan, Rosa sempat meminta Adhi Karya mengganti uang yang sudah disetorkan Grup Permai untuk mendapatkan proyek Hambalang. Sebab, Grup Permai yang menjagokan PT Duta Graha Indah gagal menggarap proyek bernilai Rp 2,5 triliun itu dan cuma mendapat pekerjaan membangun Wisma Atlet SEA Games Jakabaring, Palembang."Tidak pernah," sambung Machfud.Dalam dakwaan Deddy disebutkan, mantan Direktur Operasional PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhammad Noor, pernah mengadu kepada Machfud karena usahanya buat melobi Deddy serta mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam, diganggu oleh Muhammad Nazaruddin dan anak buahnya, Mindo Rosalina Manulang alias Rosa. Rosa sempat memanggil Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Muhammad Arief Taufiqurrahman, ke Hotel Dharmawangsa pada 2010. Dalam pertemuan itu hadir juga anggota tim asistensi proyek Hambalang Kementerian Pemuda dan Olahraga, Lisa Lukitawati Isa.Saat itu, Rosa meminta Adhi Karya mundur dari proyek Hambalang. Sebab, Nazaruddin dan Rosa juga ingin ikut dalam proyek itu dengan menjagokan PT Duta Graha Indah. Arief lantas mengadukan hal itu kepada Teuku Bagus. Teuku Bagus kemudian menceritakannya kepada Machfud.Mendengar keluhan itu, Machfud lantas menghubungi Anas. Kemudian, pada acara buka puasa bersama di rumah Anas pada 2010, Anas meminta Nazaruddin mundur dari proyek Hambalang. Machfud pun menghubungi Teuku Bagus dan menyatakan Anas sudah meminta Nazaruddin mundur dari memperebutkan proyek Hambalang.

Rekomendasi