Ruhut yakin surat rahasia pegawai KPK dukung Anas hoax

"Logikanya, berani sebut nama SBY, masa gak berani nulis jati diri yang nulis," ujar Ruhut.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Ruhut yakin surat rahasia pegawai KPK dukung Anas hoax
Ruhut Sitompul ajak istri ke Komisi III. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Selain uang, paspor dan surat Yasin, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyita surat rahasia milik Anas Urbaningrum. Surat tersebut diklaim berasal dari salah satu anggota KPK yang berisi dukungan kepada Anas.Politisi Demokrat Ruhut Sitompul enggan berkomentar terhadap surat rahasia milik Anas Urbaningrum tersebut. Namun, dia meyakini surat tersebut adalah palsu alias bohong."Hoax-lah surat itu, kerjaan mereka (PPI) itu. Logikanya, berani sebut nama SBY, masa gak berani nulis jati diri yang nulis," ujar Ruhut saat dihubungi, Jakarta, Rabu (13/11).Menurut Ruhut, adanya surat yang dianggap palsu itu adalah upaya untuk mempolitisir kasus yang saat ini sedang dikembangkan KPK."Ini kasus surat kok dikomentari. Kodok pun ketawa, Johan Budi (Jubir KPK) juga ketawa ditanya gini," kelakar Ruhut dengan nada khasnya."Mau mempolitisir itu aja, itu kerjaan kita waktu mahasiswa itu. Malu gak ada Rp 1 M, bilang itu duit kas organisasi.  Mana ada organisasi di rumah, gak ada plang nama, itu kan rumah," tutup Ruhut.Diketahui sebelumnya, Juru Bicara PPI Ma'mun Murod membacakan isi surat rahasia yang diklaim milik Anas tersebut."Saya pegawai di KPK. Pak Anas korban politik di internal partai sendiri di balik ini semua ada Pak SBY dan kroninya, masalah sprindik itu saya tersenyum tetapi hati saya terluka. Saya pengagum Pak Anas, kita anggota KPK dan mahasiswa siap mendukung perlawanan politik Bapak," kata  Ma'mun Murod membacakan isi surat tersebut, Selasa (12/11).Selain berisi dukungan kepada Anas, surat tersebut juga menyalahkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai sutradara di balik kasus Hambalang."Pak Anas ada hal yang penting ada di surat BAP pemeriksaan Nazaruddin, dalam BAP-nya tersebut melaporkan SBY menerima dana kampanye Pilpres. BAP itu sudah ditandatangani Nazarudin tapi tidak pernah diangkat KPK . Ini bisa jadi perlawanan politik bagi Bapak," sambung Murod lagi.

Rekomendasi