Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, saat ini pihaknya sudah memintai keterangan dari delapan anggota polisi terkait kerusuhan dalam pertandingan tinju di nabire yang mengakibat 17 orang tewas. Dari jumlah tersebut empat orang di antaranya keterangannya sudah dibuat dalam BAP.Dikatakan, pemeriksaan terhadap anggota jajaran Polres Nabire untuk mengetahui apakah pengamanan yang dilakukan sudah sesuai dengan standar operasi (SOP) atau tidak. Selain memeriksa anggota, pihaknya juga sudah mem BAP 15 orang saksi termasuk dari panitia pelaksana kejuaraan tinju."Pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti terus dilakukan namun hingga kini belum ada yang dijadikan tersangka," ujar Kapolda Papua seperti dikutip dari Antara, Rabu (17/7).Menurutnya, dari hasil penyelidikan sementara terungkap gedung yang digunakan tidak memenuhi syarat karena kapasitasnya hanya 500 orang sementara saat final jumlah penonton mencapai 1.500 orang.Seharusnya pihak panitia sudah dapat memprediksi segala kemungkinan, apalagi final dimana biasanya kubu yang kalah tidak menerima dan melakukan berbagai aksi seperti yang terjadi di GOR Nabire."Berbagai kemungkinan harus sudah dipersiapkan panitia," kata Kapolda Papua seraya menambahkan bila hal itu diperhitungkan secara tepat maka kemungkinan terjadinya insiden dapat dihindari.Kapolda Papua mengungkapkan, untuk itu pihaknya hingga kini terus menyelidikinya. Tragedi GOR Nabire yang terjadi Minggu (14/7) itu saat final kejuaraan tinju memperebutkan piala Bupati Cup menewaskan 17 orang serta mencederai 38 orang.
8 Anggota polisi diperiksa terkait rusuh tinju di Nabire
Hasil penyelidikan sementara terungkap gedung yang digunakan kapasitasnya hanya 500 orang, tapi diisi 150 orang.
Advertisement
Rekomendasi