Polisi periksa 15 saksi terkait kerusuhan tinju Nabire

Tito mengatakan, dari penyidikan awal terungkap kapasitas gedung itu sudah tidak memenuhi syarat.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Polisi periksa 15 saksi terkait kerusuhan tinju Nabire
Irjen Tito Karnavian (tengah). ©2012 Merdeka.com

Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menyatakan pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi terkait kerusuhan dalam pertandingan tinju Bupati Cup yang menewaskan 17 orang dan 34 lainnya luka. Kemungkinan saksi akan bertambah karena petugas juga akan memeriksa pihak penyelenggara."Kami akan terus mencari dan mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari berbagai pihak guna mengungkap kasus tersebut," ujar Tito di Papua seperti dilansir Antara, Rabu (17/6).Menurut Tito, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus pertandingan tinju Nabire. "Penyidik hingga saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus yang terjadi saat final kejuaraan tinju dalam rangka piala 'Bupati Cup' itu," kata Tito.Tito mengatakan, dari penyidikan awal terungkap kapasitas gedung itu sudah tidak memenuhi syarat untuk menampung penonton yang diperkirakan mencapai 1.500 orang. Pihaknya juga akan memeriksa anggota yang bertugas untuk mengetahui pengamanan yang dilakukan sudah sesuai dengan standar operasi (SOP) atau belum."Seharusnya segala kemungkinan yang akan terjadi harus sudah diantisipasi, apalagi kapasitas bangunan yang tidak memadai dan partai final, di mana pasti jumlah penonton akan lebih banyak," jelas Tito.Seperti diketahui, 1.500 orang berkumpul di GOR Kota Lama Nabire Papua. Mereka menyaksikan pertandingan tinju Bupati Cup antara Yulianus Pigome dari Sasana Mawa dengan Alpius Rumkoren dari Sasana Persada.Pertandingan tinju tersebut berlangsung rusuh. Suporter kedua petinju baku hantam. 18 Orang tewas dan 34 terluka dalam peristiwa ini. Saat itu suporter sasana Mawa petinju Yulianus Pigome mengamuk karena sasananya kalah dari Alpius Rumkoren.Pada saat penyerahan hadiah, ratusan suporter saling pukul. Sementara yang penonton lain berhamburan menyelamatkan diri. Kebanyakan korban tewas adalah mereka yang terinjak-injak.

Rekomendasi