Tinju maut di Nabire, Kapolda Papua periksa anak buahnya

Hingga kini, Polri masih memeriksa saksi.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Tinju maut di Nabire, Kapolda Papua periksa anak buahnya
gedung Mabes POLRI. merdeka.com/Imam Buhori

Belum ada pihak yang ditetapkan bertanggung jawab, terkait peristiwa tewasnya 17 orang di ajang tinju Bupati Cup di Nabire, Papua. Hingga kini, Polri masih memeriksa sejumlah saksi, baik dari panitia atau aparat polisi sendiri."Kapolda sudah melakukan investigasi internal, sudah memerintahkan kabid propam melakukan pemeriksaan internal," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto di kantornya, Jakarta, Selasa (16/7).Sementara itu, dari 17 korban (sebelumnya 18) tewas akibat terinjak ini sebagian telah dimakamkan. Sedangkan untuk korban dengan luka serius, telah dirujuk ke rumah sakit di Jayapura."Dari 17 meninggal dunia, telah dimakamkan tiga orang, 14 orang hari ini segera dimakamkan. Tidak semua korban berasal dari Nabire. Luka-luka ada sebagian yang pulang. Setelah dilakukan perawatan. Ada dua perlu lebih intensif perawatannya diterbangkan ke Jayapura, satu anak satu dewasa," lanjut Agus.Seperti yang diberitakan, sekitar 1.500 orang berkumpul di GOR Kota Lama Nabire Papua. Mereka menyaksikan pertandingan tinju Bupati Cup. Dalam pertandingan itu, Yulianus Pigome dari Sasana Mawa bertanding dengan Alpius Rumkoren dari Sasana Persada.Pertandingan tinju tersebut berlangsung rusuh. Suporter kedua petinju baku hantam. 17 Orang tewas dalam peristiwa ini.Saat itu suporter Sasana Mawa petinju Yulianus Pigome, mengamuk karena jagoannya kalah atas Sasana Persada dengan petinju Alpius Rumkoren. Pada saat penyerahan hadiah, ratusan suporter saling pukul. Sementara yang penonton lain berhamburan menyelamatkan diri. Kebanyakan korban tewas adalah mereka yang terinjak-injak.

Rekomendasi