Sebanyak 17 orang meninggal dunia saat menyaksikan tinju yang berujung kerusuhan di Nabire, Papua. Atas kejadian itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto memerintahkan aparat kepolisian dan TNI segera menyelidiki kejadian itu."Aparat Polri dan TNI diminta membantu memulihkan situasi Kamtibmas di Nabire," kata Djoko kepada wartawan, Senin (15/7).Djoko juga menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap seluruh korban tewas akibat kerusuhan antar suporter maupun yang terinjak-injak."Pemerintah berduka cita atas meninggalnya 17 orang dalam kerusuhan pada pertandingan tinju di Nabire," tandasnya.Sebelumnya, Pertandingan tinju memperebutkan Piala Bupati di Nabire, Papua rusuh. Suporter kedua petinju terlibat baku hantam, akibatnya 17 orang tewas dalam peristiwa ini.Korban tewas terdiri dari 5 laki-laki dan 12 perempuan. Sebagian besar di antaranya meninggal akibat terinjak-injak saat keributan antara kedua suporter berlangsung.Saat itu suporter sasana Mawa petinju Yulianus Pigome, mengamuk karena sasananya kalah atas sasana Persada dengan petinju Alpius Rumkoren. Pada saat penyerahan hadiah, ratusan suporter saling pukul. Sementara yang penonton lain berhamburan menyelamatkan diri.
Menko Polhukam minta polisi usut tanding tinju maut di Nabire
Suporter kedua petinju terlibat baku hantam, akibatnya 17 orang tewas dalam peristiwa ini.
Advertisement
Rekomendasi