Sehari setelah pemerintah mengumumkan secara resmi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) langsung dilaksanakan. Beberapa orang menteri ikut turun menyaksikan proses pembagian BLSM di daerah, termasuk Wakil Presiden Boediono mendatangi salah satu kantor pos di Malang, Jawa Timur.Namun, masih ada sejumlah masalah terhadap program proteksi pasca kenaikan BBM bersubsidi tersebut. Di antaranya ada beberapa warga yang belum mendapatkan kartu perlindungan sosial (KPS) sehingga tidak bisa mendapatkan BLSM."Kami menyadari, tentu dalam pelaksanaan ada ketidaksempurnaan karena menyangkut pekerjaan masif dan besar, ini menyangkut 15,5 juta keluarga," kata Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat di Kantor Wapres, Jl Veteran III, Jakarta, Rabu (26/6).Pemerintah pun tidak bisa melakukan penambahan jumlah penerima karena sudah menjadi keputusan bersama dengan DPR. Warga yang tidak kebagian BLSM hanya bisa mengajukan diri melalui musyawarah desa atau kelurahan, itu pun dengan kondisi ada yang bersedia diganti namanya."Kalau ada penambahan atau pengurangan bisa, asal kuota sama. Mungkin saja ada warga yang merasa sudah cukup kaya sehingga tidak perlu BLSM dan dia sukarela keluar, atau melalui keputusan musyawarah desa atau kelurahan. Mereka yakin bahwa orang ini tidak berhak, jadi bisa digantikan," paparnya.Hingga saat ini, berdasarkan data yang diberikan dari PT Pos Indonesia, pembagian KPS hingga Senin (24/6) sudah mencapai 5,6 juta dari 15,5 juta yang direncanakan. Diharapkan, pada 30 Juni mendatang, seluruh keluarga miskin yang telah terdata di seluruh sudah menerima KPS.Seperti diberitakan, Warkem (65 tahun), Nenek tua yang sangat miskin tidak kebagian jatah BLSM. Warkem yang hidup sebatang kara, tidak bisa melakukan aktivitas apa pun. Dia tinggal di rumah berukuran 4x5 meter di RT 03/ RW 01 Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Banyumas Jawa Tengah.Selama ini, Warkem hanya hidup mengandalkan bantuan masyarakat sekitar yang mengirimkan sayur mayur atau lauk pauk. Tetangga Warkem, setiap hari mengantarkan makanan kepada Warkem. "Saya tidak melakukan kegiatan apa pun," ujar Warkem dalam logat Banyumasan, Selasa (25/6).
Masih banyak orang miskin, penerima BLSM tak akan ditambah
Orang kaya malah dapat, sementara si miskin gigit jari. Jubir Wapres Boediono mengakui sulit membagikan BLSM.
Advertisement
Rekomendasi