Kantor media Palopo Pos di Jalan Andi Jemma, Kota palopo ikut dibakar setelah rekapitulasi perhitungan suara rapat pleno di kantor KPUD Kota Palopo, Minggu (31/3) siang. Pasien Rumah Sakit (RS) AT-Medika yang terletak di sebelah utara bangunan kantor Palopo Pos menjadi panik.Menurut Fauzal, salah seorang warga di Jalan Andi Jemma kepada merdeka.com menuturkan, saat kantor Palopo Pos dibakar oleh massa, ia melihat pasien di rumah sakit terbesar kedua di kota Palopo ini menjadi panik. "Saya lihat ada tempat tidur yang ada pasiennya terbaring di atasnya didorong keluar hingga ke jalan raya," katanya saat dihubungi.Kepanikan terjadi karena pemadam kebakaran tidak bisa menembus blokade massa di depan kantor Palopo Pos sehingga api yang membakar di lantai satu sulit dipadamkan. Sementara warga sekitar tak bisa berbuat banyak, hanya dapat menyaksikan gedung berlantai dua itu terbakar.Menurut dia, kantor Palopo Pos yang terakhir dibakar massa. " Waktu mulai berasap, api di kantor Walikota dan kantor Golkar sudah tinggi. Kejadiannya sangat cepat, saya tidak melihat ada orang-orang di gedung itu," ungkapnya.Kesaksiannya, ia melihat massa melempar bom molotov ke arah gedung di lantai satu kantor Palopo Pos, api kemudian merembet ke lantai dua. Sekitar pukul 17.15 Wita kondisi terakhir di kotanya, api sudah mulai padam, kantor-kantor dan gedung yang telah terbakar dijaga ketat oleh aparat kemanan dari kepolisian dan TNI."Tadi habis keliling-keliling, sudah aman. Kalau menurut saya sih tidak mencekam juga tetapi kalau warga yang tinggal dekat kantor-kantor penting mungkin mereka menganggap mencekam. Hanya saja warga mulai berjaga-jaga di posko-posko pemenangan," pungkasnya.
Rusuh Pilkada, kantor media Palopo Pos dibakar
Massa melempar bom molotov ke arah gedung di lantai satu kantor Palopo Pos.
Rekomendasi