Orasi Sumpah Pemuda, Rieke rasakan semangat Bung Karno

"Saya merasa ruh Soekarno berada bersama kita," kata Rieke saat menghadiri seminar di kampus ITB, Bandung.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Orasi Sumpah Pemuda, Rieke rasakan semangat Bung Karno
Rieke Diah Pitaloka. ©2012 Merdeka.com

Politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka menjadi salah satu pembicara dalam seminar Nasional Kebudayaan Kontemporer II, "Surat Malam Untuk Presiden: 84 tahun Patahan Narasi", di Institut Teknologi Bandung (ITB).Dengan busana merah khas PDI Perjuangan, anggota DPR itu berorasi dan menggelorakan seisi ruangan Aula Barat dengan semangat sumpah pemuda 1928.Dia menuturkan pada 1928 lalu sebanyak 71 pemuda berkumpul di suatu tempat untuk berikrar berbangsa dan berbahasa satu. Saat itu semua pemuda, berbagai etnis berkumpul dan semangat membahas kemerdekaan Indonesia."Pemuda saat itu bukan hanya dari Jawa saja, tetapi dari berbagai tempat di Indonesia. Ada juga dari Jawa, Arab," teriaknya di hadapan Mahasiswa ITB, Bandung, Senin (29/10). "Hal itulah yang menunjukkan bahwa Indonesia, adalah negara pluralisme yang menjadi ciri khas Indonesia," tambahnya.Di sela-sela orasi, Rieke mengaku merasakan ada aura Presiden Sukarno yang merupakan insinyur dari kampus teknik pertama di Indonesia."Dari tadi saya merasa ruh Soekarno berada bersama kita, entah karena auranya karena beliau bukan hanya insinyur ITB tetapi juga sebagai arsitek bangsa ini," ucapnya.Pemateri lain yang hadir, yakni seniman Tisna Sanjaya juga mengakui akan hal itu. Dia mengatakan, semangatnya begitu terasa untuk mengajak pemuda dalam menggelorakkan sumpah pemuda."Memang terasa ada aura Bung Karno," terang Tisna yang merupakan dosen ITB.

Rekomendasi