Petugas Polres Metro Kota Tangerang berhasil mengungkap perampokan Alfamart yang berlokasi di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang pada 22 Mei lalu. Perampokan itu dilakukan oleh karyawan dan mantan karyawan minimarket yang berkantor pusat di Cikokol, Kota Tangerang itu."Saya sakit hati dengan kepala toko, Ridwan, karena setiap ada penghitungan uang, dan ada kekurangan, saya yang disuruh ganti. Padahal saya tidak mengambil uangnya," ujar Saputra Wijaya, mantan karyawan Alfamart, Selasa (29/5).Menurut Saputra, dirinya baru sekitar dua bulan bekerja di Alfamart TMP Taruna. Sebagai orang rantau, Saputra setiap hari tidur di minimarket itu sembari menjaga toko. Karena itulah setiap kali ada kehilangan barang dan uang, kepala toko menyalahi Saputra."Saya disuruh ganti, kadang Rp 10.000, kadang Rp 35.000. Karena tidak kuat, akhirnya saya berhenti," katanya.Melihat Saputra diperlakukan tidak adil, Hasan Kohar, karyawan Alfamart TMP Taruna, yang baru satu bulan bekerja, muncul niat membela rekannya itu. "Saya kerja dimasukin oleh dia. Eh ternyata pimpinan bertindak arogan kepada Saputra, saya jadi kesal," tuturnya.Karena itu, Hasan bersama Saputra merencanakan aksi perampokan. Untuk memuluskan aksi itu, keduanya mengajak Agus, yang sehari-hari menjadi preman di Pasar Ciledug. "Saya kan masih karyawan, jadi saya yang memancing agar pintu rolling door dibuka. Setelah dibuka, baru Saputra dan Agus yang masuk ke dalam," ucap Hasan.Dari aksi itu, ketiganya berhasil menyikat uang sebesar Rp 13 juta. Namun saat hendak kabur, aksi mereka kepergok warga. Saputra dan Hasan berhasil ditangkap dan dihakimi warga. Sedangkan Agus berhasil kabur.Menurut Kasat Reskrim Polrestro Kota Tangerang, AKBP Suharyanto, Agus berhasil ditangkap di Blok M, Jakarta Selatan, 24 Mei lalu. "Tersangka ditembak karena dalam pengembangan coba kabur," ujarnya.Menurut Suharyanto, perampokan minimarket itu dilatarbelakangi oleh uang, bukan karena dendam. "Sejauh ini hasil pemeriksaan kami, karena uang saja. Bukan karena sakit hati," tandasnya.
Karyawan dalangi perampokan Alfamart di Tangerang
"Saya sakit hati dengan kepala toko karena setiap ada uang kurang saya yang disuruh ganti," ujar tersangka Saputra.
Advertisement
Rekomendasi