Dua korban yang terkena ledakan bom rakitan pipa paralon di Semarang, sampai saat ini masih dirawat secara insentif di ruang ICU RSUD Kariadi Semarang. Sementara seorang lagi sudah dipulangkan.Kedua korban itu adalah Dwi Priyanto dan (23) dan Ngatmin (40) yang merupakan dua dari 3 tukang bangunan yang terkena ledakan bom setelah dipungut oleh Imam dari kubangan tempat sampah.Satu korban lainya adalah Santok warga Kampung Skip, Kelurahan Saptamarga, Kecamatan Banyumanik pagi tadi sudah dipulangkan dari RS. Elizabeth Semarang dan menjalani rawat jalan.Dokter spesialis Anastesi Intensif sekaligus Kepala ICU RSUD Kariadi Semarang dr Jati Ristanto menjelaskan kedua korban Ngatmin dan Dwi Prayitno dalam kondisi stabil. Mereka dipertahankan untuk tetap di ruang ICU dan HCU dalam rangka pemulihan luka yang cukup parah."Luka serius sudah dibedah semalam juga dilakukan pembersihan luka dari serpihan pipa pralon dan bahan bangunan. Soal apa jenis kandungan apakah ada bahan dasar peledak itu kewenangan Dokpol Labfor Polri," tegas Jati.Kedua korban ledakan bom itu rencananya akan dirawat di dalam ruang ICU selama dua hari. Sambil menunggu keadaan fisik dan kondisi lukanya pulih dan stabil. Setelah dua hari besok maka kedua pasien langsung bisa dipindah ke bangsal biasa untuk menjalani perawatan selanjutnya."Yang pasti saat ini kita lakukan pembersihan luka, penghindaran infeksi dan atasi kegawatan," ucap Jati.Terkait soal kecacatan yang akan diderita, Jati secara singkat menjelaskan untuk korban Dwi akan menjalani amputasi tangan kiri, pemulihan luka dada dan mata. Korban Ngatmin mengalami luka pada tangan kanan.Sementara itu, korban Santok usai pulang ke rumahnya mengalami luka yang robek akibat ledakan bom yang cukup serius Santok hanya bisa tidur terlentang karena saking banyaknya luka yang menyebar.Selain itu siang ini Tim Labfor Polda Jateng juga melakukan kembali olah TKP. Sebanyak kurang lebih tujuh petugas Labfor dan Inafis Polda Jateng kembali menyisir seluruh bagian TKP. Selama kurang lebih hanya satu setengah jam mereka mencari beberapa serpihan.Saat usai melakukan OTKP tidak ada satu pun petugas yang memberikan komentarnya saat dimintai keterangan wartawan.
Dua korban bom Semarang masih dirawat di ICU
Keduanya menderita luka serius. Tangan Dwi akan diamputasi sedangkan Ngatimin luka pada tangan kanan.
Advertisement
Rekomendasi