Puluhan warga yang berada di sekitar meledaknya bom pipa pralon di sekitar Ponpes dan Panti Asuhan Yayasan Baitusyakur di Jl. Tamtama Barat III No.57 Saptamarga III Kota Semarang merasa resah. Pasalnya, Imam salah seorang saksi yang dari pernyataan Kapolda Jateng Irjen Pol. Didiek Utomo diduga menjadi tersangka.Dari beberapa warga yang ditemui di TKP menyatakan tidak percaya dan tidak mungkin jika inisial "I" yang disebut-sebut Didiek adalah Imam yang merupakan anak yang mempunyai keterbelakangan mental."Wah nggak mungkin. Imam dan tukang bangunan yang dikasih bungkusan pralon itu sama-sama "pekok" (ber IQ rendah) masak dia dijadikan tersangka. Sekolah SD saja tidak lulus mosok bisa jadi tersangka," ujar salah seorang warga yang berambut putih uban dan bermata sipit yang tidak mau disebut namanya kepada merdeka.com, Kamis(15/3).Nanang (34), warga sekitar yang juga bersebelahan dengan TKP bom rakitan pipa pralon meledak juga menyesalkan jika Imam memang benar-benar ditetapkan sebagai tersangka kasus meledaknya bom rakitan pipa pralon.Sebab Imam yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bersih-bersih di kampungnya. Jadi wajar jika dia memungut bungkusan yang berisi pralon dan Nanang yakin jika Imam tidak tahu bahwa isi pipa pralon itu bom."Tadi ada yang ngomong kalau saat memberikan dan melempar pralon ke tiga tukang bangunan itu sambil teriak; Kang iki kanggo rak ( Mas ini masih digunakan tidak)," ucap Nanang.Abdul Ilyas Ketua RT.08/RW IX Sapta Marga III menyatakan penyesalan dan mengalami keresahan yang sama dengan beberapa warga lainya. Jangan hanya karena Imam yang pertama kali memungut bungkusan pipa pralon kemudian dijadikan sebagai tersangka."Saya takutnya Imam hanya jadi sebagai kambing hitam. Harusnya polisi bekerja maksimal dulu mencari siapa sebenarnya pelakunya. Imam itu kan memiliki keterbelakangan mental. Kasihan kalau belum belum sudah dijadikan tersangka?" tegas Abdul.Abdul bersama keluarga keempat saksi, termasuk orang tua Imam rencananya Jum'at (16/3) akan mendatangi Polrestabes Kota Semarang. Tujuan mereka akan mempertanyakan apakah betul Imam atau keempat saksi yang dimintai keterangan sampai malam ini besar kemungkinan dijadikan tersangka."Kasihan. Takutnya warga kalau keempat orang itu jadi tersangka. Besok kami akan datangi Polres pertanyakan keempat saksi itu bagaimana nasibnya. Mungkin sekitar jam sembilan pagi kami sampai di Polres," jelas Abdul.
Warga tak percaya Imam jadi tersangka bom Semarang
Dari beberapa warga yang ditemui di TKP menyatakan tidak percaya dan tidak mungkin jika inisial "I" adalah tersangka.
Advertisement
Rekomendasi