Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rahmat Effendi Diberhentikan Tidak Hormat Mendagri, Tri Adhianto Ditunjuk Jadi Wali Kota Bekasi Definitif

Rahmat Effendi Diberhentikan Tidak Hormat Mendagri, Tri Adhianto Ditunjuk Jadi Wali Kota Definitif Bekasi

Rahmat Effendi Diberhentikan Tidak Hormat Mendagri, Tri Adhianto Ditunjuk Jadi Wali Kota Definitif Bekasi

Rahmat Effendi di

Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi diberhetikan dengan tidak hormat dari jabatannya karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1899 K/Pid.Sus/2023, tertanggal 24 Mei 2023. Pemberhentian Rahmat Effendi dari jabatannya itu tertuang dalan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 100.2.7-3111 tahun 2023. Dalam surat itu juga, menunjuk Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebagai Wali Kota Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2018-2023.

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto belum mengetahui pelantikannya sebagai Wali Kota definitif Bekasi. Menurut dia, masih ada beberapa tahapan administrasi yang harus dilaluinya.

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto belum mengetahui pelantikannya sebagai Wali Kota definitif Bekasi. Menurut dia, masih ada beberapa tahapan administrasi yang harus dilaluinya.

"Pak Gubernur nanti lapor Pak Mendagri, baru bikin surat lagi ke Pak Gubernur untuk menjadwalkan proses akhir (pelantikan), jadi masih panjang lah prosesnya," ucap Tri, Jumat (4/8).

Namun jika sudah dilantik menjadi Wali Kota Bekasi definitif, lanjut Tri, akan ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan. Seperti, dalam hal pelayanan masyarakat yakni keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi pensiunan.

"Ada mekanisme dalam rangka untuk percepatan pelayanan kepada masyarakat, itu akan terlihat, misalnya tadi akan memberikan keringanan terkait dengan pembayaran PBB bagi pensiunan yang usianya di atas 60 tahun," ujar dia.

Namun jika sudah dilantik menjadi Wali Kota Bekasi definitif, lanjut Tri, akan ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan. Seperti, dalam hal pelayanan masyarakat yakni keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi pensiunan.
Tri mengatakan, rencana kebijakan itu akan berjalan dengan cepat jika sudah dilantik menjadi Wali Kota Bekasi definitif.

Tri mengatakan, rencana kebijakan itu akan berjalan dengan cepat jika sudah dilantik menjadi Wali Kota Bekasi definitif.

"Itu kan sekarang berproses, harus menunggu persetujuan sampai ke Mendagri, nah hal kayak gitu bisa dilakukan dengan cepat ketika sudah definitif. Jadi pokoknya prosesnya dijalankan aja, kan ini enggak pernah kita berbuat, artinya ini berjalan seperti rel aja," ucap dia.

Kasus Rahmat Effendi

Dikutip dari merdeka.com, Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi didakwa telah menerima uang Rp10 miliar dari persekongkolan pengadaan barang dan jasa, serta didakwa meraup Rp7,1 miliar dari setoran para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Rahmat Effendi divonis 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Majelis Hakim menyatakan Rahmat Effendi terbukti bersalah dalam kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Vonis Rahmat Effendi

Vonis tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Hakim Eman Sulaeman di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (12/10). Rahmat Effendi bersalah sesuai dengan Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, dan Pasal 12 huruf f Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Rahmat Effendi Dipenjara, Tri Adhianto Resmi Dilantik Sebagai Wali Kota Bekasi
Rahmat Effendi Dipenjara, Tri Adhianto Resmi Dilantik Sebagai Wali Kota Bekasi

Tri sebelumnya adalah Wakil Wali Kota bertugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) setelah Wali Kota, Rahmat Effendi ditangkap KPK.

Baca Selengkapnya
Kejadian Lagi, Aksi Konten Kreator Halau Pengendara Lawan Arah Berujung Cekcok dengan Ojol
Kejadian Lagi, Aksi Konten Kreator Halau Pengendara Lawan Arah Berujung Cekcok dengan Ojol

Para ojol nampak tidak terima karena aksinya melawan arus dihalau konten kreator

Baca Selengkapnya
Panglima TNI Rapat Tertutup dengan Komisi I DPR Bahas Ini
Panglima TNI Rapat Tertutup dengan Komisi I DPR Bahas Ini

Rapat ini juga dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Aturan Baru Sedang Digodok: Rekrutmen CPNS Nantinya Bisa Tiga Kali dalam Setahun
Aturan Baru Sedang Digodok: Rekrutmen CPNS Nantinya Bisa Tiga Kali dalam Setahun

Siklus rekrutmen PNS yang dipercepat melalui RUU bertujuan untuk mencegah gelombang rekrutmen tenaga honorer.

Baca Selengkapnya
Kiai NU dan Ribuan Santri di Jatim Deklarasi Dukung Prabowo
Kiai NU dan Ribuan Santri di Jatim Deklarasi Dukung Prabowo

Deklarasi dukungan ini disampaikan dalam acara 'Jawa Timur Bermunajat untuk H. Prabowo Pemimpin Berdaulat dan Petugas Rakyat’ pada Senin (11/9) malam.

Baca Selengkapnya
Plafon APBD DKI 2024 Disepakati Rp81,5 Triliun, Ini Rinciannya
Plafon APBD DKI 2024 Disepakati Rp81,5 Triliun, Ini Rinciannya

BPKAD DKI mengklaim penyusunan anggaran 2024 sudah melewati penghitungam yang matang dan realistis

Baca Selengkapnya
Djarot PDIP: Kita Hadapi Prabowo-Gibran
Djarot PDIP: Kita Hadapi Prabowo-Gibran

PDIP percaya pada integritas Majelis Kehormatan Mahmakah Konstitusi (MKMK) untuk benar-benar obyektif dan mengedepankan sikap kenegarawanan.

Baca Selengkapnya
Identitas Korban Mutilasi Sleman Dipastikan Redho Tri Agustian
Identitas Korban Mutilasi Sleman Dipastikan Redho Tri Agustian

Redho dibunuh di kamar kos milik pelaku berinisial W yang ada di Triharjo, Kabupaten Sleman. Motifnya masih terus didalami.

Baca Selengkapnya
Konten Kreator asal Purbalingga Ini Kebanjiran Rezeki usai Dibantu Ganjar, Begini Ceritanya
Konten Kreator asal Purbalingga Ini Kebanjiran Rezeki usai Dibantu Ganjar, Begini Ceritanya

Tato seorang konten kreator asal Purbalingga kini kebanjiran rezeki berkat Ganjar Pranowo.

Baca Selengkapnya