Puti menyapa pedagang pasar baru Bangkalan
Merdeka.com - Usai sowan dan meminta doa restu kepada pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Puti Guntur Soekarno menyapa para pedagang dan pembeli di pasar Baru Ki Lemah Duwur Bangkalan.
Bahkan perempuan yang menyukai jalan-jalan ini mengajak bercanda pemilik toko kerajinan batik khas Madura. Juhari yang ditemani istrinya Nur Khomsiah tertegun melihat sosok perempuan yang memakai kerudung merah dan baju warna hitam. seperti orang keheran-heranan. begitu cantik dan mempesona wajah Puti, sehingga banyak mata di pasar baru mengarah padanya.
Puti pun menegur lalu memperkenalkan yang disertai jabatan tangan. "Saya Puti, Cucu Soekarno. Yang sekarang mencalonkan menjadi calon wakil Gubernur Jawa Timur berpasangan dengan Gus Ipul (Saifullah Yusuf)," kata Puti kepada pedagang di dekatnya.
Para pedagang pun terkejut, "Oo ini to cucunya Pak Soekarno. Cantik sekali," kata Nur Khomsiah, sambil merangkul Puti. Khomsiah mengaku sangat senang berkenalan dengan calon wakil gubernur Jawa Timur yang juga cucu proklamator Indonesia.
"Cantik, menawan, lincah, dan cerdas. Saya sangat bahagia bisa berkenalan dengan beliau. Karena memang belum banyak yang tahu kalau dia cucu presiden pertama," kata Nur Khomsiah dengan logat Maduranya yang langsung meminta untuk foto bersama.
Dosen tamu Asia Jepang Research Center, Kokushikan University Jepang juga menjelaskan, bahwa batik ini harus terus dikembangkan, dikenalkan ke mancanegara.
"Kita harus bangga bahwa batik ini sudah diakui Internasional melalui Unesco, pada 2 Oktober 2009. Karena itu, batik khas Madura ini harus dikembangkan. Saya yakin Madura sebentar lagi akan maju bila masyarakatnya mau dan punya semangat juang yang tinggi," kata Puti.
Lanjut Puti, memang yang perlu dilestarikan itu pada produksi batik bahan dasar alam. Dia menilai, kelestarian budaya batik alam itulah jangan sampai punah. Batik dengan bahan baku alam ini memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Teknisnya masih menggunakan canting, dan lilin, dicuci, kemudian dijemur.
"Untuk itulah budaya batik Madura dan lainnya yang menjadi khas Jawa Timur ini dilestarikan, dikenalkan ke mancanegara. Caranya, dengan mengembangkan, meningkatkan, memberikan pelatihan pada usaha sektor UMKM," katanya.
(mdk/paw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya