Pungli di Palaran, Polisi sita rumah mewah milik sekretaris Komura

Kamis, 13 April 2017 18:53 Reporter : Nur Aditya
Pungli di Palaran, Polisi sita rumah mewah milik sekretaris Komura Bareskrim sita rumah mewah miliaran rupiah. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Bareskrim Polri kembali melakukan penggeledahan sekaligus sita aset para tersangka kasus Pungli terminal peti kemas (TPK) Palaran, Samarinda, Kamis (13/4). Lebih dari 3 lokasi didatangi Bareskrim, sedari pagi sampai petang tadi. Diantaranya, menyita rumah mewah miliaran rupiah milik tersangka Sekretaris TBM Komura, Dwi Hari Winarno.

Tim Bareskrim yang dipimpin Kasubdit I Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Hengki Haryadi, dan juga didampingi Brimob Polda Kalimantan Timur bersenjata lengkap, sekira pukul 13.00 Wita, mendatangi rumah mewah Dwi, di Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang.

Di rumah itu, sebelumnya dilakukan penyitaan 5 mobil mewah 4 unit motor, yang tersimpan di garasi. Dua jam kemudian, Bareskrim akhirnya memasang plang pemberitahuan, bahwa rumah itu disita Polri.

Tim lantas bergerak ke rumah tersangka lainnya, Jafar Abdul Gaffar, yang juga Ketua TKBM Komura, sekaligus anggota DPRD Samarinda, di Jalan Tanjung Aru, kelurahan Masjid, kecamatan Samarinda Seberang. Di rumah itu, petugas membawa sejumlah dokumen.

Sekira pukul 16.45 Wita sore tadi, giliran kediaman tersangka pungli parkir di TPK Palaran, Heri Susanto Gun alias Abun, yang digeledah. Lima personil Bareskrim, masuk ke dalam rumah sekaligus kantor DPP Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) di Jalan Danau Toba No 7-9 Samarinda.

Dari dalam rumah Abun, penggeledahan beres sekira pukul 17.56 Wita. Bareskrim kembali membawa sejumlah dokumen, untuk memperkuat penyelidikan dan penyidikan kasus megapungli Rp 6,1 miliar.

"Jadi hari ini, tim gabungan selain Bareskrim, juga dari tim Polda Kalimantan Timur ya. Kita lakukan langkah-langkah terkait kasus pungli Palaran," kata Hengki, kepada wartawan di lokasi penggeledahan markas PDIB sore tadi.

"Hari ini, kita lakukan penyitaan terhadap aset tidak bergerak rumah tersangka (Dwi Hari Winarno). Kita juga geledah tempat tersangka Jafar Abdul Gaffar san kantor tersangka Heri Susanto alias Abun," ujar Hengki.

Hengki tidak merinci panjang lebar barang yang disita selain rumah Dwi Hari. Dia hanya memastikan, dokumen yang disita dari rumah para tersangka, masih dianalisis.

"Masih kita analisis di mako Brimob ya. Apa itu menjelaskan tentang hasil kejahatan pungli, masih kita analisis. Yang jelas, lebih dari 3 lokasi yang kita datangi hari ini," demikian Hengki, mengakhiri penjelasan dia kepada wartawan.

Tim Bareskrim pergi meninggalkan lokasi, menggunakan 3 mobil Toyota Fortuner hitam KT 999 AU

Toyota hitam B 333 FGN, Kijang Innova KT 1754 ZW, sekira pukul 18.10 Wita.

Diketahui, Bareskrim Polri dan Ditreskrimsus Polda Kaltim, Jumat (17/3), membongkar dugaan pungli di kawasan TPK Palaran, Samarinda, yang dilakukan buruh bongkar muat dan bermuara ke koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Komura Samarinda.

Petugas saat itu menyita uang tunai Rp6,1 miliar, 3 unit CPU, dan dokumen penting, di kantor Komura. Setelah 3 tersangka, Bareskrim akhirnya juga menetapkan Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar, yang juga anggota DPRD Samarinda aktif itu sebagai tersangka. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini