Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puncak arus mudik di Terminal Giwangan diprediksi H-2 Lebaran

Puncak arus mudik di Terminal Giwangan diprediksi H-2 Lebaran Petugas cek persiapan mudik di Terminal Giwangan. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Arus mudik di Terminal Giwangan, Yogyakarta diprediksi akan mencapai puncaknya pada H-2 Lebaran. Diperkirakan ada 20 ribu penumpang yang akan memadati Terminal Giwangan.

Kepala UPT Terminal Giwangan, Bekti Zunanta menyampaikan sejumlah persiapan telah dilakukan oleh pihaknya untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik di Terminal Giwangan. Di antaranya dengan membuat posko gabungan dan melakukan ramp check ke bus-bus yang akan beroperasi selama Lebaran.

"Puncak arus mudik, prediksi kami H-2 Lebaran. Persiapan menyambut angkutan lebaran ini juga telah kami lakukan dengan pemeriksaan ramp check maupun pendirian posko gabungan," ujar Bekti, Rabu (6/6).

Bekti menjelaskan posko gabungan akan mulai difungsikan pada Kamis (7/6) besok. Posko ini nantinya akan beroperasi hingga tanggal 24 Juni mendatang.

Bekti menjabarkan selama arus mudik Lebaran 2018 ini, ada tambahan jumlah bus yang beroperasi. Di hari biasa, setiap harinya Terminal Giwangan melayani 1740 bus baik Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Propinsi (AKAP).

"Selama masa Lebaran ada tambahan 868 kendaraan yang masuk ke Terminal Giwangan. Kendaraan ini sebagian besar dari Jawa Barat dan Jakarta," urai Bekti.

Bekti menambahkan pihaknya juga melayani program mudik gratis yang digagas Kementerian Perhubungan. Kementerian Perhubungan, kata Bekti menyiapkan 50 unit bus dan 5 truk untuk mengangkut 300 sepeda motor milik pemudik.

"Ada tambahan unit bus masuk dari Kementerian Perhubungan. Ada juga 23 bus dari Jasa Raharja yang menuju ke terminal. Serta dari Provinsi Jawa Barat, ada program arus mudik maupun balik dengan 50 bus," ujar Bekti.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP