Puluhan Personel Siap! BPBD Rejang Lebong Siaga Bencana Hadapi Musim Hujan Ekstrem

BPBD Rejang Lebong menyiagakan puluhan personel dan alat berat untuk menghadapi potensi bencana alam di musim hujan ekstrem, mengingatkan warga untuk selalu waspada.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Puluhan Personel Siap! BPBD Rejang Lebong Siaga Bencana Hadapi Musim Hujan Ekstrem
BPBD Rejang Lebong menyiagakan puluhan personel dan alat berat untuk menghadapi potensi bencana alam di musim hujan ekstrem, mengingatkan warga untuk selalu waspada. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, telah menyiagakan puluhan personel dan berbagai peralatan penting. Kesiapsiagaan ini dilakukan sebagai respons terhadap masuknya musim hujan yang berpotensi memicu bencana alam di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong, M Budianto, menegaskan bahwa kesiapan personel dan peralatan sangat krusial. "Saat ini sudah masuk musim hujan sehingga kemungkinan terjadinya bencana alam bisa kapan saja, sehingga personel dan peralatan penanggulangan bencana harus selalu siap. Jika terjadi bencana kita sudah siap," ujarnya di Rejang Lebong.

Langkah antisipasi ini diambil untuk memastikan penanganan cepat dan efektif jika terjadi insiden bencana. Penyiagaan ini mencakup tim reaksi cepat, pusat pengendalian operasi, serta relawan yang tersebar luas di seluruh desa dan kelurahan di Rejang Lebong.

Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan BPBD Rejang Lebong

M Budianto menjelaskan bahwa BPBD Rejang Lebong telah menyiagakan sebanyak 28 personel. Mereka tergabung dalam tim reaksi cepat dan pusat pengendalian operasi (pusdalops) yang siap bergerak kapan saja.

Selain itu, BPBD juga mengaktifkan para relawan yang tersebar di 156 desa/kelurahan di 15 kecamatan. Kehadiran relawan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan informasi dan respons awal di tingkat komunitas.

Untuk mendukung operasi penanggulangan bencana, BPBD Rejang Lebong juga telah menyiapkan berbagai peralatan. Peralatan tersebut meliputi:

  • Dua unit alat berat jenis loader dan ekskavator mini
  • Mobil dapur umum
  • Mobil tangki
  • Obat-obatan
  • Makanan siap saji

Ketersediaan alat berat dan logistik ini sangat penting untuk penanganan darurat seperti pembersihan material longsor atau penyediaan bantuan dasar bagi korban bencana.

Potensi Bencana dan Imbauan Kewaspadaan Masyarakat

Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Rejang Lebong sejak beberapa pekan terakhir menjadi perhatian utama BPBD. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung lama berpotensi besar menyebabkan banjir akibat luapan drainase dan sungai, serta memicu tanah longsor.

Fenomena cuaca ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat. BPBD Rejang Lebong secara khusus mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan diri, terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan banjir maupun rawan tanah longsor.

Peningkatan kesadaran dan persiapan dini dari masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam. Informasi mengenai jalur evakuasi dan nomor darurat juga penting untuk diketahui.

Insiden Bencana Terkini di Rejang Lebong

Sebagai gambaran potensi ancaman, beberapa kejadian bencana alam telah melanda Rejang Lebong akibat dampak cuaca ekstrem. Pada 26 September 2025, banjir terjadi akibat luapan saluran pemukiman di dua kelurahan di Kecamatan Curup Tengah, yakni Kelurahan Sidorejo dan Kelurahan Talang Rimbo.

Banjir tersebut tidak hanya menggenangi pemukiman warga, tetapi juga merobohkan pagar tembok Kantor Satpol PP Rejang Lebong. Kejadian ini menunjukkan betapa cepatnya dampak cuaca ekstrem dapat mempengaruhi infrastruktur dan kehidupan sehari-hari.

Berselang dua hari, pada 28 September 2025, banjir musiman kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Rejang Lebong. Debit air Sungai Duku Ulu dalam wilayah Kecamatan Curup Kota dan Curup Utara meluap, menggenangi sekitar 90 unit rumah, masjid, dan jalan di beberapa kelurahan. Meskipun demikian, kejadian ini dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi