Pulau Sabira, 'Penjaga Utara' Kepulauan Seribu yang terlupakan

Kamis, 19 Juni 2014 16:35 Reporter : Dharmawan Sutanto
Pulau Sabira, 'Penjaga Utara' Kepulauan Seribu yang terlupakan Pulau Sabira. ©istimewa

Merdeka.com - Meski memiliki keindahan alam yang mengagumkan tidak membuat Pulau Sabira, Kelurahan Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, dilirik wisatawan lokal maupun asing. Padahal, tak hanya alamnya yang indah, Pulau Sabira juga memiliki objek sejarah yakni mercusuar Noord Wachter peninggalan zaman Belanda.

Mercusuar yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter itu didirikan sekitar tahun 1869 pada masa Raja Willem III. Mahalnya ongkos untuk berwisata ke Pulau Sabira ditengarai menjadi salah satu penyebab wisatawan jarang berkunjung.

Saking mahalnya, ongkos wisata ke Pulau Sabira tak beda jauh jika dibandingkan dengan ongkos berwisata ke Pulau Bali.

Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu, Micky Musleh (28) mengatakan, ada dua kapal yang bisa disewa oleh para wisatawan yang hendak ke Pulau Sabira. Dua kapal itu adalah; kapal kayu di Muara Angke dan kapal cepat (speed boat) di Marina Ancol.

"Kalau kapal kayu di Muara Angke bisa disewa berkisar Rp 10 jutaan, tapi kalau kapal cepat di Marina Ancol bisa disewa berkisar Rp 15 juta-Rp 20 juta," jelas Micky, Kamis (19/6).

Micky menjelaskan, mahalnya harga sewa kedua kapal karena lokasi Pulau Sabira sangat jauh dibandingkan pulau lainnya. Apabila merujuk dari peta, posisi Pulau Sabira justru lebih dekat dengan Bandar Lampung ketimbang Jakarta. Maka dari itu, kata Micky, hanya orang berduit saja yang mau menyewa kapal tersebut ke Pulau Sabira.

Micky mengungkapkan, karena minimnya jumlah wisatawan di sana, maka para agen travel (pengusaha jasa wisata) juga sedikit yang menyediakan jasa wisata ke pulau yang memiliki luas sekitar 9,5 hektare ini.

"Sekalipun ada paket wisata, biasa jumlah wisatawan minimal 20 orang dan harga paketnya berkisar Rp 4,5 juta per orang," ujar Micky.

Oleh karenanya, di Pulau Sabira tidak ada penginapan seperti wisma, hotel atau rumah seperti di pulau lainnya. Para wisatawan bisa bermalam di rumah penduduk atau yang biasa disebut homestay.

Micky menilai, tingginya ongkos perjalanan menuju Pulau Sabira karena kurangnya fasilitas transportasi yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Padahal pulau yang disebut 'Penjaga Utara' ini memiliki potensi wisata yang tidak kalah dibandingkan pulau lainnya.

"Setahu saya beberapa tahun masih ada papal perhubungan (Dinas Perhubungan) menuju Pulau Sabira. Tapi kayaknya sekarang sudah tidak kelihatan lagi," ujar Micky.

"Di Pulau Sabira ada berbagai macam wisata, misalnya snorkeling, pantainya yang indah, populasi ikan yang tinggi bahkan mercusuar peninggalan Belanda. Sebetulnya potensi wisata di sini sungguh besar," pungkas Micky. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Travelling
  2. Lokasi Wisata
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini