Pulang dari Timor Leste, Kades Gantung ABG di NTT Langsung Diperiksa Polisi

Selasa, 29 Oktober 2019 13:13 Reporter : Ananias Petrus
Pulang dari Timor Leste, Kades Gantung ABG di NTT Langsung Diperiksa Polisi Kepala Desa Paulus Lau (jaket hitam). ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi telah mengamankan enam orang pelaku persekusi terhadap seorang gadis berusia 16 tahun di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, NTT, Senin (28/10).

Enam orang yang telah ditahan di Polres Belu yakni, Margareta Hoar, Endik Asa, Bene Bau, Domi Berek, Marsel Ulu dan Melkis Tes. Sementara kepala desa Babulu Selatan Paulus Lau, yang mengikat serta menggantung korban sudah kembali dari Timor Leste dan sedang diperiksa di Polsek Kobalima.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Jules A. Abast membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setelah usai menjalani pemeriksaan di Polsek Kobalima, Paulus Lau akan dibawa ke Polres Belu untuk proses penyidikan lebih lanjut.

"Ia sementara menjalani pemeriksaan di Polsek Kobalima. Setelah selesai pemeriksaan yang bersangkutan akan dibawa ke Polres Belu, untuk melanjutkan pemeriksaan dan proses penyidikan dan selanjutnya kasus ini akan ditangani oleh penyidik Polres Belu," katanya, Selasa (29/10) siang.

Sebelumnya, menurut Kapolsek Kobalima AKP Marthen Perlokila bahwa kepala desa Babubulu Selatan Paulus Lau belum ditahan, lantaran masih ke Timor Leste untuk mengikuti kedukaan disana.

"Setelah kita konfirmasi ke keluarga, kepala desa ke Timor Leste karena ada kedukaan. Tidak mungkin dia kabur ke luar negeri, sehingga kalo yang bersangkutan kembali maka kita akan lakukan pemeriksaan terhadap dia," ujarnya.

Sebelumnya, Jagat maya Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan beredarnya foto dan video persekusi seorang ABG berusia 16 tahun, di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Ironisnya, persekusi ini dipimpin oleh kepala desa setempat, Paulus Lau yang dibantu oleh beberapa warga dan disaksikan masyarakat.

Gadis malang ini diketahui berinisial NB. Ia dituduh mencuri cincin milik warga desa tetangga. Dalam video maupun foto yang beredar, NB disiksa dengan cara kedua tangannya diikat dan didudukan di atas kursi plastik, lalu dipukul serta digantung pada regel polindes di Dusun Beitahu.

Selain itu, korban yang tak berdaya lalu ditinju oleh seorang pria bertubuh kekar. Tindakan main hakim sendiri ini juga disaksikan oleh para keluarga korban, yang akhirnya melaporkan kejadian ini di Polsek Kobalima.

Aksi tak terpuji ini pertama kali dibagikan oleh akun bernama Phutra Mountain, yang akhirnya viral di facebook karena terus dibagikan dengan berbagai komentar oleh netizen. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini