Puisi 'Doa Yang Ditukar' Menyakiti Santri, Fadli Zon Disarankan Minta Maaf

Sabtu, 9 Februari 2019 19:15 Reporter : Arie Sunaryo
Puisi 'Doa Yang Ditukar' Menyakiti Santri, Fadli Zon Disarankan Minta Maaf Fadli Zon. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Puisi politikus Partai Gerindra, Fadli Zon berjudul 'Doa yang Tertukar', terus menuai kontroversi. Sejumlah kalangan menilai puisi tersebut menghina KH Maimun Zubair alias Mbah Moen.

Ketua Dewan Pengarah Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Khofifah Indar Parawansa meminta Fadli Zon segera meminta maaf. Gubernur Jawa Timur terpilih itu menilai, puisi tersebut menyakiti para santri yang sangat menghormati Mbah Moen.

"Saya berharap bahwa bang Fadli Zon berbesar hati untuk minta maaf. Itu akan sangat baik bagi beliau untuk saat ini," ujar Khofifah seusai mengikuti 3 deklarasi 4.000 anggota JKSN Solo Raya di GOR Sritex Arena, Sriwedari, Solo, Sabtu (9/2).

Khofifah menyayangkan, konstelasi politik sering menimbulkan benturan. Sehingga para politikus terkadang mengeluarkan perkataan yang tak seharusnya diucapkan.

"Berpolitik itu seharusnya saling menghormati, bukan saling menjelekkan orang lain," tandasnya.

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama ( NU) ini juga mengajak para politikus dan masyarakat bersama membangun kekerabatan kehidupan kebangsaan. Secara pribadi ia berharap agar Fadli Zon terbuka hatinya dan meminta maaf.

"Bang Fadli Zon mungkin saat ini berbeda dalam afiliasi politik. Kalau memang dia berkenan dan berbesar hati meminta maaf, artinya dia sebagai sosok negarawan," katanya.

Saat ini, lanjut Khofifah, seringkali muncul adalah sosok politisi belaka. Dari manapun partainya, masih kata Khofifah, harus mempresentasikan diri kita sebagai negara maju.

Ketua Pelaksana Deklarasi JKSN Solo Raya, Muhammad Andika, menambahkan kegiatan deklarasi dihadiri sekitar 4 ribu peserta. Mereka terdiri dari para kiai hingga santri dari puluhan ponpes.

Hadir dalam acara di antaranya, ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Solo, Her Suprabu dan Ketua Tanfidziyah PCNU Solo, Muhammad Mashuri.

"Deklarasi ini sebagai bentuk komitmen kami untuk mendukung pasangan Jokowi- Ma'ruf Amin pada Pilpres nanti. Deklarasi ini tidak hanya untuk kepentingan Pilpres, tetapi juga untuk ajang konsolidasi kiai dan santri ahlusunah waljamaah," pungkas Andika. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini